Monday, June 27, 2016

Serunya mengikuti kegiatan BPJ bersama kemenpora, ‘The Moonlight of Ramadhan.’


The Moonlight of Ramadhan’, adalah salah satu kegiatan yang diikuti oleh komunitas Backpacker Jakarta (selanjutnya disingkat BPJ) pada tanggal 24 Juni 2016 kemarin. The Moonlight of Ramadhan sendiri adalah buka bersama 3000 anak yatim yang diadakan oleh kementrian pemuda dan olahraga. Diikuti oleh berbagai macam komunitas, dan BPJ salah satunya yang beruntung karena mendapat undangan bukber tersebut dari kemenpora.


Acara tersebut tidak berbayar alias gratis. Mendapat makan dan ta’jil, kaos gratis, bukber bareng 3000 anak yatim, juga dihibur oleh artis Opick, Charlie st12, dan lain-lain yang juga memeriahkan acara tersebut.


Kurang lebih 300 anggota BPJ mengikuti acara tersebut. Mulai dari RT #1- RT #21, ada juga BPJ klub yang terdiri dari badminton, basket, futsal, fotografi, lari, renang, jelajah masjid, BTL, buku dan blogger, juga sejarah dan museum.


Kemenpora sendiri menyediakan kegiatan sambil menunggu berbuka atau biasa disebut ngabuburit. Ngabuburit tersebut dinamakan ‘Tajil Sport Fun’, yaitu olahraga sambil menunggu berbuka. Ada tenis meja, basket, panahan, lari, panjat tebing, bmx, sampai bela diri (ada sandsack tinju).


Keceriaan komunitas BPJ pada acara tersebut semakin bertambah ketika mentri pemuda dan olahraga, Pak Imam Nahrawi mendatangi camp BPJ. Ratusan anggota BPJ yang sedang mengikuti Tajil Sport Fun berlarian balik kekandang BPJ. Tumpah ruah kurang lebih 300 anggota BPJ mengelilingi pak mentri. Menunjukan antusiasme anggota yang mengikuti acara tersebut.


Namun sayang, ketika maghrib tiba, hujan deras tetiba turun. Semua peserta yang mengikuti acara tersebut terpencar-pencar mencari tempat berteduh. Untungnya saja ketika hujan turun, makanan sudah dibagikan.


Dan terakhir, terima kasih kepada para anggota yang sudah menyempatkan datang walaupun hujan deras sempat menghalangi. Menunjukan betapa aktif dan kompaknya BPJ kepada pak mentri.


Semoga semakin kompak ya guys!



Bersama Mentri Pemuda dan Olahraga, Pak Imam Nahrawi.







*)Sumber gambar: KFBPJ

Saturday, June 25, 2016

Sajikan Lebaranmu Dengan Cokelat dari Jello Choco, Homemade Chocolate.




Lebaran identik dengan kue-kue kering seperti nastar, putri salju, kuping gajah, dan macam-macam kue kering lainnya. Entah mengapa saya kadang bosan meskipun enggak nolak juga kalo dikasih.


Hari ini, saya iseng main ketempat sahabat saya waktu kuliah. Sesampainya dirumah dia, saya terkejut karena ternyata dia masih jadi pengusaha cokelat, usaha yang digelayutinya dari jaman kuliah. cokelat homemade gitu. namanya, ‘Jello Choco’ Lalu saya terfikir untuk membeli satu toples, walaupun saya sama dia sahabatan dari kuliah, saya selalu dapet gratisan, enggak pernah beli. Baru kali ini aja saya beli.


Menurut saya dari dulu, cokelat tersebut pas rasanya dilidah saya. Karena rasa peka lidah tiap orang kan berbeda-beda. Lalu saya suruh nyokap untuk mencoba, nyokap ketagihan. Akhirnya jadilah kami memesan cokelat jello choco itu lagi untuk sajian lebaran, menemani kue-kue kering yang nanti akan bersanding dimeja ruang tamu.


Jello choco sendiri mengandung cokelat compund, cokelat compound sendiri dibuat dari cocoa powder, lemak nabati, juga pemanis. Jello Choco tidak menggunakan pewarna makanan, warnanya berasal dari cokelat itu sendiri. Jadi misal cokelat yang dimau ada tiga warna. Merah, kuning, hijau. Itu berarti ada tiga kombinasi cokelat didalamnya. Cokelat merah, cokelat kuning, juga cokelat hijau.
Dia tahan selama satu minggu, bila tidak dimasukan kedalam lemari pendingin. Tapi, kalo masuk kedalam lemari pendingin, bisa satu bulan awetnya. Jello choco sendiri juga tidak mengandung bahan pengawet loh.


Yang saya suka dari jello choco ini adalah, kita bisa memesan bentuk cokelat sesuai dengan kemauan kita sendiri. Saya bisa mesan dengan bentuk buah-buahan, atau barang-barang yang saya suka, sampai bentuk muka saya, atau bentuk mukanya Nicholas Saputra.


Harga sendiri juga bermacam-macam, mulai dari Rp 2000-Rp 150000. Tergantung dengan variasi cokelat yang dimau, ataupun berapa banyak cokelat yang dipesan.
So, kalo kamu penasaran saya ada beberapa contoh sampel cokelat buat jello choco loh!









Itu beberapa cokelat buatan jello choco. Kalo masih penasaran juga bisa mampir ke instagram atau twitternya jello chocho. Yaitu @jellochoco untuk twitter dan @jello_choco untuk instagram.




Wednesday, June 22, 2016

REVIEW WARDAH ACNE SERIES; ACNE CLEANSING GEL, ACNE TREATMENT GEL, ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL, ACNE FACE POWDER





Jerawat emang salah satu penyebab cewek bete. Apalagi kalo sudah bulannya dan jerawat muncul dimana-mana. Duh, jangan harap deh bisa santai, pasti diusahakan supaya itu jerawat cepat hilang dan pergi.

Saya sendiri bukan termasuk orang yang bewajah mulus. Jerawat adalah salah satu sahabat saya yang doyan ngikutin saya dari SMP. Tapi enggak selalu sih. Cuma setiap saya PMS atau stres itu jerawat pasti muncul. Satu dua satu dua, datang pergi datang pergi gitu deh. Kayak si dia yang suka banget dateng dan pergi tanpa mikirin perasaan orang.

Waktu pertama kali saya pubertas juga gitu. Jerawatnya enggak dateng keroyokan. Mereka silir berganti dan meninggalkan bekas, susah move on gitu. Meskipun pada akhirnya tuh bekas hilang juga.

Memasuki umur 22, saya mulai jerawatan lagi. Dan kali ini keroyokan. Lah heran dong saya, kenapa pas dulu pubertas saya enggak keroyokan gini? Setelah curhat sana-sini, menurut para pakar curhat saya adalah saya pubertas kedua. Duh, bisa dua kali gitu ya!

Belum lagi saya ini orang yang bisa dibilang enggak bisa diam. Sukanya main panas-panasan sana sini. Muka kena debu dan minyak. Terus dibiarin aja. Enggak dilap tissu atau apapun. Ya makin jadi deh ya!

Pertama sih saya cuek aja, tapi lama-lama malah jadi makin banyak gitu. Saya coba pakai minyak zaitun, malah jadi beruntusan gitu. Streslah saya. mungkin saya enggak cocok sama minyak zaitun itu makanya jadi beruntusan.

Setelah hopeless gitu, sepupu saya nyaranin saya untuk pakai wardah acne series. Dia dulu juga jerawatan pas umur 20-an. Yaudah saya coba aja. Tapi saya enggak langsung beli satu set gitu. Saya beli sabun cuci mukanya, obat jerawatnya, moisturizernya, dan bedaknya.


ACNE CLEANSING GEL;





Ini adalah sabun cuci mukanya wardah acne series. Dia bentuknya kayak gel transparan gitu. Kalo hidung jeli, dia berbau lidah buaya. Pertama kali coba, makainya terlalu banyak. Karena ternyata si acne cleansing gel ini, enggak berbusa sama sekali. Jadi, kalo biasanya pakai sabun muka dengan busa banyak, pasti bakal merasa risih dengan si acne cleansing gel yang tak berbusa sama sekali. Cara pakainya ya sama aja kayak sabun muka biasa; Basahkan wajah dengan air bersih, lalu ambil acne cleansing gel secukupnya, usap kewajah, lalu bilas dengan air bersih. Yang pertama saya coba adalah sabun muka ini dari produk wardah acne series itu. Saya merasa cocok. Muka saya enggak berasa kering. Enaklah dipakai dimuka.


ACNE TREATMENT GEL;




Si kecil yang menjadi empunya wardah acne series, kalo menurut saya. Dia bentuknya kecil, mungil, kayak saya. Dia mengandung kombinasi 3 bahan aktif;

Triclosan: membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
Salicylic Acid: Sebagai keratolitik.
Beta Glucan: sebagai anti iritan.

Cara pakainya sih sederhana;  gunakan pada wajah yang telah dibersihkan disekitar daerah yang berjerawat. Jadi, kalo pakai ini, cukup dioles ke jerawat-jerawat yang ada dimuka. Enggak perlu ke seluruh wajah. Saya cukup ampuh kebetulan pakai ini. Jerawat saya kering setelah kurang lebih 3x kali pakai. Tergantung jenis jerawatnya juga sih. Kalo beruntusan gitu, hari ini pakai, besok atau lusa juga kering. Tapi kalo jerawat PMS bisa sampai 4 atau 5 hari gitu sih. Namanya juga PMS. Keluarin yang kotor-kotor macem jerawat ini.

ACNE PERFECTING MOISTURIZER GEL




Pelembab dari wardah acne series ini merupakan pelembab khusus untuk perawatan wajah berjerawat. Diformulasikan dengan tekstur gel yang ringan, tidak lengket, mudah diserap kulit dan terasa dingin. Si acne perfecting moisturizer gel ini mengandung;

Aloe vera.
Triclosan: sebagai antibacterial agent.
Provit B5: sebagai moisturizer untuk melembabkan kulit.
UV protection SPF 30: membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari.

Cara pakainya sendiri sih cukup dioleskan merata pada wajah yang berjerawat. Saya sendiri pakai ini pagi hari.  Setelah menggunakan si acne treatment gel tadi. Selama ini saya menggunakan ini baik-baik saja, enggak ada iritasi atau apapun itu.

ACNE FACE POWDER




Ini adalah rangkaian akhir wardah acne series buat saya, bedak tabur. Untuk jerawat sendiri memang lebih baik menggunakan bedak tabur. Acne face powder ini bagus untuk kulit berminyak dan berjerawat, mengandung tiga bahan aktif yaitu;

Triclosan sebagai anti bakteri.
Saliclylic acid; membantu mengurangi jerawat.
Soybean extract.

Acne face powder ini juga tidak mengandung talc, talc sendiri membuat pori kulit wajah tersumbat sehingga bisa menyebabkan komedo atau jerawat muncul. Nah, tenang aja, si acne ini enggak mengandung talc itu kok. Selama saya pakai ini bagus diwajah, jadi halus dan enggak kering.

Selain menggunakan 4 acne series diatas, saya juga memperbanyak olahraga, makan sayur dan buah, serta minum air putih. Alhamdulillah, beruntusan di jidat hilang dan jerawat juga mulai berkurang. Memang sih enggak sepenuhnya hilang, tapi lebih baik daripada kemarin.

Pada intinya, jerawat sebenarnya enggak terlalu mempengaruhi cantiknya saya (pede banget saya). karena, yang sesungguhnya itu adalah cantik dari hati, seperti motonya wardah. Sekian review wardah acne series dari saya, salam cantik dari hati!

Tuesday, June 21, 2016

Lukisan Hujan, Edisi Baru (REVIEW)

Judul: Lukisan Hujan
Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Literati
Terbit: February 2015
ISBN: 978-602-8740-42-5
Jumlah Halaman: 546


Sinopsis:

Amor es mentira. Cinta itu bohong.
Berantakan sudah hidup Diaz Hanafiah – cowok dingin berdarah Indonesia –Meksiko. Setelah selama ini merasa tidak nyaman berada di antara para sepupu yang kaya raya, glamour, dan bagian dari socialite Jakarta, ternyata pacarnya yang cantik, Anggia, juga mengkhianatinya.

Lalu datang Sisy. Mungil, memikat, dan masih duduk di bangku SMA.

Seperti siraman air dingin yang menyejukan sekaligus mengejutkan, Diaz terpesona dengan kepolosan- dan ketulusan- teman barunya, dan pada saat bersamaan menyadari: mungkin ia tidak setulus itu. Mungkin dirinya memiliki agenda lain.

Bersama Sisy, ia mungkin jadi mampu bersikap lebih hangat kepada wanita. Kekurangan yang selama ini melekat pada dirinya- dan selalu Anggia keluhkan.

REVIEW:

Lukisan hujan sendiri terbit pertama kali itu pada tahun 2004. Dan pada tahun 2015 ini Sitta Karina menciptakan kembali Lukisan hujan dengan beberapa tambahan. Kalo ada yang pernah baca buku ini sebelumnya, udah tahu dong pasti ceritanya.

Ya, Diaz Hanafiah salah satu yang berasal dari keluarga socialite, hedon, dan ternama di Jakarta. Bermain ‘abang-adik’ dengan tetangga kecilnya, Sisy si anak SMU yang baru saja pindah kekompleks perumahannya dan menempati rumah tepat disebelah rumahnya.

Diaz yang dingin, kalem, terkesan kaku, berbeda bila bersama Sisy. Dengan aura ceria dan hangat, Sisy mampu membuat Diaz menjadi terasa lebih hangat dan ‘hidup’ daripada sebelumnya. kelembutan Sisy mampu mencairkan hati dingin Diaz, sikap dingin dan kakunya Diaz terhadap perempuan. Serta sikap bertanggung jawabnya Diaz mampu membuat Sisy merasa selalu terlindungi.

Hubungan mereka enggak selalu akur, malah terlihat berantem terus. Tetapi pertengkaran itulah yang membuat hidup mereka serasa berwarna-warni dan menjadikan buku ini lebih menyenangkan.
Masalah demi masalah muncul, ada Igo sang sahabat Diaz Sendiri yang ternyata juga suka sama Sisy.

Lalu ada Anggia, sang mantan pacar Diaz itu datang kembali kehidup Diaz. Lalu ada Mirelle Stockton, cewek yang dicomblangin sama Diaz. Dan yang paling terpenting adalah Diaz yang yang ternyata baru sadar kalo dia sayang sama Sisy.

Diaz, lo kemana aja baru sadar sayang Sisy? Please deh. Bahaya banget emang deh hubungan ‘kakak-adek zone’ itu.

Kalo orang nanya ke saya berapa rating buku ini, saya akan jawab 10 dari 10. Kenapa? Karena saya suka banget sama buku ini. Buku ini sukses buat saya masuk kedalam dunia khayal seorang Diaz Hanafiah yang menurut cewek-cewek itu ‘Perfect’.

Saya ngebet banget pengen punya cowok macem Diaz Hanafiah ini. Sumpah, sering banget saya berharap ketemu macam dia. Siapa sih yang enggak mau sama Diaz Hanafiah? Cowok ganteng, jago beladiri, bisa bahasa Spanyol, pintar pula!

Cerita yang dibuat sangat manis, dan romantis menurut saya. Selain itu, banyak juga selipan-selipan ungkapan dalam bahasa Spanyol yang makin buat buku ini semakin romantis. Bahkan saya sendiri pun mengakui kalo saya sering mengkhayalkan Diaz Hanafiah versi saya sendiri. Selain itu Sitta Karina juga menambahkan adegan-adegan lucu dengan kalimat interaksi yang lucu juga, membuat para pembaca, salah satunya saya itu bisa ketawa ngakak.

Sitta Karina sukses menciptakan karakter-karakter yang mampu membuat para pembaca dengan menciptakan dunia khayal mereka dengan versi mereka sendiri-sendiri. Karakter yang dibentuk disini terasa kuat dan sangat nyata, sehingga pembaca merasa karakter tersebut ‘hidup’.

Sayang, endingnya gantung. Buat penasaran apa yang akan terjadi dibuku selanjutnya. “Putri Hujan Dan Ksatria Malam.” Sebenarnya saya udah baca juga lanjutannya, tapi masih terbitan lama. Saya sangat menunggu versi baru dari “Putri Hujan dan Ksatria Malam” tersebut. Semoga cepat ya, udah penasaran banget!
Dan kini Sisy paham, perasaan seperti itu bukan cinta namanya. Cinta tidak posesif. Yang seperti itu namanya ego.





Tuesday, June 7, 2016

Menuju Proses Berhijab




Sebelum memulai postingan ini, terlebih dahulu saya mau ngucapin, ‘Selamat menunaikan ibadah puasa 1437 H.’ Karena ini adalah bulan ramadhan, maka dari itu saya mau sedikit cerita tentang edisi yang lebih religi. Biar terasa banget euforianya.Cerita kali ini adalah proses saya untuk memakai hijab. 


Dari benar-benar titik nol saya pakai hijab dan sampai sekarang. Sekarang juga masih proses untuk lebih sederhana lagi sih.


Bismillah...


Dulu saya belum berjilbab, dan seadanya. Buat yang kenal saya dari dulu juga mungkin pada kaget dan suprised pas mereka ketemu saya lagi itu udah memakai jilbab.


Saya sendiri orangnya juga bukan orang yang suka keluar cuma pakai baju minim atau apapun itu yang memperlihatkan bentuk tubuh saya. Saya sendiri orangnya sukanya pakai kaos dan jeans aja. Paling  yang agak-agak itu ya short pants dan itu diatas dengkul sedikit, enggak pernah lebih dari itu.


Pas duduk ditingkat satu kuliah, kebetulan teman-teman saya banyak yang pakai jilbab. Awalnya saya suka nanya sama mereka, “Gimana sih rasanya pakai jilbab? Gerah enggak?” pertanyaan itu makin jadi pas saya sama temen-temen saya ke Bogor naik kereta. Disitu saya yang belum berjilbab ngerasa gerah banget, terus saya liat temen-temen saya yang pakai jilbab kok enjoy aja gerah-gerah gini. Saya makin penasaran dong disitu, pas pulang ya saya tanya lagi gerah apa enggak. Mereka dengan kompak ngejawab enggak dan malah bilang adem. Makin penasaran dong saya sama jilbab.


Semenjak itu, setiap sholat zuhur, saya selalu iseng make jilbab temen-temen saya. Saya pinjem jilbab mereka, sementara mereka gunain mukena buat nutupin aurat mereka. Saya iseng minta didandani pake jilbab. Mulai dari yang simpel sampai yang syar’i. Disitu saya masih menimang-menimang, masih ragu mau berjilbab atau enggak. Apalagi pacar saya waktu itu (sekarang mantan) enggak suka sama cewek berjilbab.


Dari rasa penasaran dan masih ragu untuk berjilbab, saya mulai mencari-cari info tentang jilbab. Ternyata jilbab itu wajib untuk perempuan. Bismillah, dengan menguatkan tekad saya berniat pake jilbab.


Pertama saya pake jilbab itu bukan kekampus, tapi kerumah temen saya. Waktu itu saya ada tugas kelompok. Saya iseng aja pakai jilbab. Eh ada salah satu temen saya yang cowok bilang gini; “Fah lo terusin aja pake jilbabnya. Adem liatnya.” Yaudah deh enggak saya lepas tuh jilbab sampai pulang. Pas pulangnya saya dijemput sama mantan saya itu, doi kaget ngeliat saya pakai jilbab tapi doi diem aja. Pulangnya saya dibawa kerumah eyangnya dan eyangnya juga kaget saya pakai jilbab. Dikiranya saya udah lama pakai jilbab padahal mah baru hari itu dan baru coba-coba aja.


Disitu fikiran saya masih kedunia, berjilbab Cuma buat cari pujian aja. Astagfirulloh. Niatnya mau sehari aja berjilbab tapi karena udah ketemu keluarga besar mantan saya kan rada malu kalo lepas lagi. Lagi emang sebelumnya saya udah pengen banget berjilbab. Mungkin awalnya Allah kasih jalan ini untuk memperkuat saya berjilbab.


Besoknya saya kekampus berjilbab, heboh sekelas. Saya yang sporty, bisa dibilang rada enggak waras, yang kalo ngomong bisa kedengeran satu fakultas, sekarang berjilbab. Bahkan dosen kewarganegaraan saya yang sering ribut pendapat sama saya, yang sering saya ajakin adu bacot, kaget bukan kepalang liat saya.


Pas masuk kelas dan liat saya, tuh dosen malah ngomong gini;


“Latifah, sekarang kamu berjilbab?” saya Cuma ngangguk aja jawabnya. Terus dia nambahin lagi, “Abis ini depok pasti hujan gede 3 hari 3 malam Latifah pake jilbab.”


Nyesss!!!!  Sakit hati saya dengernya. Tapi saya cuek aja sih. Orang saya juga udah sering bercanda kayak gitu sama itu dosen hahahaha. Biasanya sih saya ngebales tapi saya lagi males juga nanggepinnya.


Pas jam terakhir, saya keruang sekdos eh ketemu itu dosen lagi. Dan dia ngomong yang buat hati saya berbunga-bunga. Yang ngobatin sakit hati saya pas omongan dia dikelas tadi.“Latifah, udah terus aja kamu pakai jilbab. Lebih cantik begitu, adem liatnya. Kelakuan kamu juga udah mulai waras.”


Hahahaha makin mantep saya dipuji kayak gitu. Itu dosen tau kali ya saya sakit hati sebelumnya makanya dia ngomong gitu.


Pulangnya seperti biasa saya cari tebengan sana-sini. Saya ini tukang nebeng sejati. Kalo masih ada kursi kosong dan searah, kenapa harus pulang sendiri-sendiri? Mengurangi kemacetan dan juga memperirit ongkos hahaha.


Dimotor, temen saya nanya; “La, besok diterusin pake jilbab enggak?” saya ngangguk. Terus temen saya ngasih jempolnya.


 Enggak lama kemudian dia nambahin, “Kelakuannya juga mulai dirubah ya. Percantik diri dengan jilbab, percantik hati juga.” Dia itu kebetulan anak rohis dan tau banget saya kayak gimana.


Yaudah deh mulai disitu saya mulailah petualangan saya dengan jilbab. Awalnya emang saya masih lepas pake. Masih ngeluh panas. 


Bahkan sempet kefikiran buat ngelepas lagi. Tapi saya inget tekad awal saya kalo ini wajib. Sempat saya putus karena jilbab juga, dibilang pakai jilbab buat memerpercantik diri ajalah, padahal kan saya dari sana emang udah cantik plus manis.


Dan pada akhirnya saya beneran putus dengan mantan saya itu karena nampaknya dia tidak suka dengan perempuan berjilbab. Yaudah, berarti Allah kasih tahu kalo dia itu enggak baik emang.


Dengan segala tekad dan niat, Alhamdulillah sampai sekarang masih berjilbab. Meskipun, kadang banyak banget hambatan serta godaan untuk dilepas lagi. Tapi Insya Allah, dengan kekuatan dari Allah ini akan terus dipakai dan melekat dihati. Sampai sekarang pun saya masih belajar dan terus belajar agar lebih sederhana dan memenuhi syariat. Doakan saya buat selalu istiqomah yah! :)