Saturday, July 28, 2018

Merawat Wajah Berjerawat dengan Himalaya Purifying Neem Mask



Merawat kulit yang mudah berjerawat memang tidak mudah. Sebelum memulai perawatan, kita harus tahu benar komposisi skin care yang akan kita gunakan, cocok untuk kulit berjerawat atau tidak. Karena jika salah, bukannya jerawat semakin berkurang, malah jadinya menumpuk dan singgah lama di wajah. Sebagai salah satu orang yang dianugerahi memiliki kulit yang mudah berjerawat, saya agak sulit untuk memilih skin care. Terutama untuk maskeran, memilih masker yang pas agar jerawat tidak tumbuh di wajah saya cukup membuat saya berdiri berjam-jam di depan drugstore.

Pernah asal membeli masker karena melihat teman jadi lebih berkilau memakai masker tersebut. Sesampainya di rumah, bukannya wajah semakin berkilau malah tumbuh jerawat satu dua di bagian dahi. Karena wajah yang sensitif itulah membuat saya berpaling ke herbal, meracik sendiri setiap ingin perawatan. Namun, terkadang itu malah membuat repot sendiri. Terutama saat keadaan ingin bermanja-manja dan tak mau ribet.

Seorang teman menyarankan untuk saya membeli Himalaya Purifying Neem Mask, katanya sejenis masker dengan bahan produk herbal. Karena saya orang yang mudah terpedaya dengan kata-kata manis, maka berangkatlah saya ke Watson. Himalaya tersebut tidak mudah ditemukan, tetapi kita bisa menemukan di toko sejenis Watson, Guardian,  Lotte Mart dan lainnya. Sewaktu itu saya membeli Himalaya Purifying Neem Mask 50 ml dengan harga sekitar Rp 25.000 +-. 

Ternyata, si Himalaya ini merupakan produk import. Berasal dari India sana. Diproduksi oleh The Himalaya Drug Company, Mangali, Bangalore, India. Dan diimport oleh Himalaya Drug Company cabang Indonesia, berlokasi di Gedung Menara Satu, Sentra Kelapa Gading.

Sekarang mari kita review produknya!

Packaging

Kemasannya berbentuk tube dengan warna hijau dan putih yang mendominasi. Menurut saya, packagingnya bagus. Tidak ribet untuk dibawa kemana-mana, terutama untuk travelling. Tidak mudah tumpah ataupun berceceran sana-sini. Sebagai orang yang suka merawat wajah sekalipun saat travelling, masker ini merupakan salah satu kabar bahagia untuk saya. Mini dan mudah dimasukan ke travel pack.




Pada bagian belakangnya terdapat keterangan tentang Himalaya Purifying Neem Mask, cara pemakaian, serta komposisi. 

"Himalaya Herbal merupakan rangkaian produk alami yang menggunakan herbal khusus yang diseleksi secara cermat dari alam. Memadukan khasiat terbaik Ayurveda melalui penelitian ilmiah selama bertahun-tahun, menjadikan produk ini baik untuk menjaga vitalitas kulit wajah kita."

"Himalaya Herbalis Purifying Neem Mask membantu mengatur seksresi minyak berlebih, membersihkan pori-pori yang tersumbat dan merawat kulit berjerawat. Dengan kandungan Nimba yang terkenal dengan sifat pembersih dan antibakteri dikombinasikan dengan Kunyit dan Fuller's Earth ( Mulyani Motti ) yang menyejukkan kulit, memperbaiki tekstur kulit dan menjadikan kulit anda cerah dan menjaga kulit sehat."




Komposisi

Untuk komposisi sendiri ternyata Himalaya menggunakan daun Nimba dan Kunyit. Saya tahu sih Kunyit itu merupakan salah satu penyembuh jerawat secara alami, tapi belum pernah coba karena lebih sering menggunakan aloe vera.

Komposisi: Aqua, Kaolin, Melia Azadirachta leaf extract, Propylene Glycol, Bentonite, Fuller's Earth, Curcuma Konga Root Extract, Perfume, Sodium Methylparaben, Imidazolidinyl Urea, DMDM Hydantoin, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Sodium Propylparaben, Citric Acid, Sodium Lauryl Sulfate. 

Teksture dan Cara Pemakaian

Untuk texturenya sendiri menurutku ini padat. Ada sedikit butiran-butiran semacam scrub gitu. Warnanya hijau, dan jika di aplikasikan ke wajah nampak seperti hulk hehehe.

Sewaktu pertama aplikasi ke muka, rasanya tuh seperti ada cekat-cekit gitu, dan di bawah mata terasa perih banget. Lalu bau jamu yang rasanya menyengat menusuk hidung. Yah, namanya juga herbal ya pasti bau dong. Kalau wangi namanya parfum. Tapi itu cuma sebentar saja sih. Setelah beberapa menit hilang rasa perihnya itu, tapi baunya sih tetap menyengat. Tidak masalah buat saya, karena saya lebih suka bau jamu seperti ini memang hehehe.

Selama memakai masker ini baiknya tidak tertawa atau bicara, karena dia itu kan menempel di wajah dan rasanya membuat wajah kencang. Jadi, kalau tertawa itu buat butiran maskernya kemana-mana dan tidak kencang lagi. Saat cuci muka, ada semcam scrubnya seperti yang sudah saya katakan di atas. Lumayanlah lah scrubbing sekalian. Saya biasanya menghapusnya dengan air dingin setelah 15 - 20 menit pemakaian. Dicuci biasa saja. 





Hasil

Setelah pemakaian pertama, saat itu di dagu ada sedikit bruntusan, dan ajaibnya pada kempes. Baru satu kali pemakaian saja sudah merasakan khasiatnya. Bagaimana dua atau tiga kali ya? Niatnya saya mau maskeran 1 -2 x seminggu, semoga bukan wacana ya!

Repurchasing? OF COURSE YET!


Salam, Pipi Bolong!


Tuesday, July 10, 2018

Nabung Kekinian dengan Digibank By DBS



Di era digital masa kini, seharusnya semua serasa mudah. Terutama dalam hal tabung menabung. DBS pun mewujudkan segala kemudahan itu dalam Digibank By DBS. Bank yang berbasis mobile sehingga kita semua bisa menikmati layanan perbankan dengan mudah, aman, dan tentram.

Mulai dari pembukaan rekening sampai transaksi segala macamnya cukup dengan memakai jempol dan semua beres. Saya termasuk orang yang malas mengantre di bank untuk pembukaan rekening baru. Tapi tenang, dengan Digibank saya hanya tinggal menunggu di tempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu agen.  Satu menit kemudian jadilah saya nasabah Digibank by DBS tanpa harus antre-antre.

Install Digibank by DBS di playstore, lalu register, setelahnya tertera atur jadwal bertemu agen.. Tekhnologi Biometric membantu proses pembukaan rekening dengan menggunakan alat biometric di tempat secara langsung. Proses ini tidak membutuhkan kertas sama sekali. Paperless banget kan? Hemat kertas!

Untuk pelayanan nasabah lainnya juga tidak tanggung-tanggung. Menggunakan kecerdasan buatan atau yang biasa kita sebut dengan Artificial Intelligence. Tahu kan apa itu Artificial Intelligence? Semacam kecerdasan buatan, layaknya komputer tersebut diprogram seperti manusia. 

Misal, kita mengetik "Tolong sebutkan transaksi terakhir saya!" Maka virtual assistant dengan sigap akan membantu layaknya call centre. 

Udah tekhnologinya kekinian banget, segala layanan lainnya juga dipermudah. Mau nabung pun tidak ada saldo minimum, jadi tidak ada tuh yang namanya setoran awal harus sekian, atau blablabla. Ibarat kata sedikit-demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Receh per receh lama-lama menjadi triliyun.

Banyak kelebihan lainnya, kalian tinggal buka website mereka di https://www.dbs.com/id/personal-id/digibank/default.page Untuk penjelasan lebih lanjutnya. 

Digibank by DBS serasa memiliki bank dalam genggaman. Dalam satu jempol,  semua selesai kelarrr dan end. Buruan download dan register Digital by DBS dan nikmati segala kemudahan perbankan hanya dengan satu jempol.

Sunday, July 8, 2018

Bertahan 24 Jam Bersama Maybelline Super Stay Matte Ink (Review)

Sebagai seorang yang tidak menyukai touch up make up terus menerus, lipstick yang memiliki daya tahan lama merupakan impian bagi saya. Saya fikir sebelumnya tidak ada lipstick yang benar-benar bertahan lama, apalagi sampai 24 jam. Nyatanya Maybelline mengeluarkan inovasi terbaru dari mereka, liquid lipstick yang konon katanya dapat bertahan 24 jam!

SuperStay Matte Ink, begitu konon namanya. Memiliki banyak keunggulan, namun keunggulan utamanya adalah bisa bertahan lama walaupun 24 jam, ataupun sehabis kamu makan yang cukup bar-bar. Benarkah seperti itu? Karena penasaran pun saya membeli produk tersebut. Mari kita bahas satu persatu liquid lipstick satu ini.

Untuk packaging sendiri menurut saya terkesan sangat manis. Memiliki tutup berwarna putih dan badan yang sesuai dengan warnanya. Ada 10 pilihan warna dari Maybelline SuperStay Matte Ink. Setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya pilihan saya jatuh no 50, yaitu Voyager. Voyager ini memiliki warna merah maroon, kesannya matte gitu.





Aplikatornya memiliki bentuk arrow tip. Untuk kalian yang sudah handal, bisa langsung menggunakan aplikator tersebut mengikuti bentuk bibir. Namun, saya biasanya hanya men-tap satu dua titik di bibir, selanjutnya dioles menggunakan tangan mengikuti bentuk bibir.




Dan inilah penampakannya!




Terkesan lebih dewasa memang, banyak yang bilang tidak cocok. Tapi entah mengapa saya malah jatuh cinta dengan warna ini. Tak peduli apa kata orang, yang penting cucok! Hahaha. Sewaktu mengoleskan pertama, rasanya lengket banget, dan warnanya terlihat biasa aja.

TAPI LAMA KELAMAAN BOOOOK!!!

Warna mulai menyatu dengan bibir, matternya terlihat sangat manis di bibir. Keunggulan lainnya, tidak kering di bibir. Untuk seseorang yang memiliki bibir kering seperti saya, ini SANGAT MEMBANTU banget! 

Keajaiban lainnya adalah, saya memakai ini sebelum berangkat kerja, sekitar pukul 06.00 pagi, dan nyatanya sampai malam sekitar pukul 21.00 masih bertahan lama cyn! Padahal, saya minum berkali-kali, dan makannya cukup bar-bar.

Dan setelah semua itu Maybelline SuperStay Matte Ink ini masih bertahan tanpa touch up sekalipun! Foundation, bedak, semua sudah pada menghilang tapi liquid lipstick satu ini masih tegak berdiri tanpa terpaan. So proud of you, Maybelline! Terima kasih sudah memberikan jalan keluar untuk orang yang tidak menyukai touch up berulang seperti saya. 

By The Way, kalian bisa membeli lipsctick ini dengan harga Rp 115.000. Bilangan yang cukup murah bagi saya, mengingat keunggulannya yang mampu bertahan lama. Jadi lebih hemat sih menurut saya, karena tidak harus mengoleskan terus-menerus.

Sekian cerita 24 jam bersama Maybelline Super StayMatte Ink. Sampai jumpa lagi di cerita cantik pipi bolong selanjutnya!

Salam, Pipi Bolong.



Friday, July 6, 2018

Jumat Casual dengan Chino Basic Pants



Selamat hari Jumat! Hari Jumat adalah hari yang paling saya sukai, dikarenakan tidak menggunakan seragam, yang artinya adalah bebas dalam berpakaian. Sebenarnya tidak bebas juga sih, karena diharuskan menggunakan batik namun bawahannya bebas. Mau jeans, mau celana bahan, mau rok span, semua bebas. Asal sesuai dengan sopan santun ya!

Namun, dikarenakan saya adalah anak yang nakal dan seringkali melanggar peraturan. Maka, Jumat ini saya sedikit melenceng dari peraturan. Mari kita bahas kenakalan saya dalam peraturan berpakaian satu per satu.

Di hari Jumat ini saya menggunakan kerudung rawis berwarna mocca. Sentuhan mocca membuat wajah saya sedikit cerah daripada biasanya. Memang sih kecerahannya naik sedikit, ketimbang tidak naik sama sekali. Kan tidak enak kalau hanya kusam terlihatnya.

Selanjutnya pakaian, ini agak melenceng, Seharusnya saya menggunakan pakaian dengan motif batik, tetapi saya malah nakal. Saya menggunakan blouse dengan motif bunga-bunga, sedikit mirip motif batik sih. Tapi sejujurnya itu bukan batik. Agar serasi dengan warna mocca pada kerudung saya, saya menggunakan blouse bermotif bunga-bunga dengan warna hijau. Warna hijau tersebut lebih ke olive sih. Bukan hijau army ataupun hijau emerald. Jadi, masih masuk dengan kerudung yang saya gunakan. 

Karena saya orang yang sangat casual, saya menolak untuk tampil formal di hari Jumat ini. Maka dari itu saya memilih "Chino Basic Pants" sebagai salah satu pelengkap penampilan saya dalam berpakaian casual. Chino basic pants ini jika dipadukan dengan blouse yang saya gunakan, terlihat lucu sekali. Casual namun dengan sedikit sentuhan formal.

Saya jatuh hati dengan chino basic pants yang saya gunakan kali ini. Warna yang saya pilih adalah choco. Material yang digunakan yaitu cotton drill HQ. Chino Pants ini cocok banget dipadu sama apapun. Mau blouse, shirt, bahkan kemeja tuh kelihatan lucu banget kalo saya padu padankan. Dengan bahan strech serta menggunakan karet pada bagian belakang pinggang membuat saya merasa nyaman dan leluasa bergerak tanpa merasa kesempitan atau sesak. You must to have this one!


sumber gambar Instagram @hellogress.official

By the way, saya beli celana ini di @hellogress.official IDR 85000. Dengan harga tersebut kamu bisa punya celana selucu dan senyaman ini. Pilihan warnanya juga ada yang lainnya. Grey, pink, dan blue sky. Buruan deh beli celananya sebelum kehabisan! Dengar-dengar ini celananya juga restock.

Dan terakhir, sebagai pelengkap casual hari ini, saya menggunakan sepatu sneakers dengan warna royal blue. Saya mewajibkan sentuhan warna biru ada di setiap penampilan saya belakangan ini. Dikarenakan saya sedang cinta-cintanya dengan warna biru, rasa cinta ini pun sama besarnya dengan rasa cinta saya ke kamu.




Jadi gimana menurut kalian penampilan saya hari ini? Terlalu santai atau malah biasa saja? Kalau ada yang punya masukan soal penampilan saya hari ini, silahkan comment ya di bawah!


Salam, Pipi Bolong.

Thursday, July 5, 2018

Cara Meningkatkan Mood Sebelum Bekerja

sumber gambar:pexels.com


Banyak orang yang seringkali terkena badmood attack pagi hari sebelum bekerja. Terutama untuk mereka yang tidak menyukai pekerjaannya, lingkungan tempat bekerja, ataupun orang-orang dalam lingkaran pekerjaan mereka.

Badmood di pagi hari bisa menyebabkan efek yang panjang. Pekerjaan bisa berantakan, bahkan tidak selesai pada waktunya. Karena badmood yang berasal dari pagi hari bisa terus-menerus sampai siang bahkan sore hari.

Berikut beberapa tips dari saya untuk meningkatkan mood kalian yang seringkali jelek di pagi hari, sungguh indahnya berbagi!

  1. Minum Kopi. Banyak orang yang percaya bahwa minum kopi itu mampu memberikan efek bahagia. Itu terbukti kepada saya. Setelah minum secangkir kopi, fikiran menjadi lebih fresh dan tenang. Ditambah lagi jika minum secangkir kopi gratis dari bos yang sukanya marah-marah. Dijamin, kalian tidak akan merasa kesal sepanjang hari walaupun sang bos bersiul sepanjang hari.
  2. Yoga. Perempuan suka mengawali harinya dengan yoga. Yoga membuat fikiran menjadi tenang dan lega. Yoga juga melatih fokus dan konsentrasi. Efeknya tidak hanya ke fikiran, tetapi juga ke dalam jiwa.
  3. Bernyanyi. Saya sangat suka mengawali hari dengan bernyanyi. Lagunya tidak hanya yang menggambarkan tentang perasaan saya. Tapi lagu apapun yang saya dengar biasanya akan saya teruskan liriknya. Sepanjang jalan dari rumah ke kantor biasanya saya lalui dengan bernyanyi. Itu membuat fikiran dan hati saya lebih riang walaupun deadline setumpuk menunggu di kantor.
  4. Makan. Berbeda dengan saya, ada seorang teman kantor yang selalu mengawali harinya dengan makan. Apapun makanannya, tapi makanan yang utama biasanya yang manis-manis. Entah cokelat, entah ice cream. Pasti dia akan makan. Efek sampingnya adalah dia memiliki kelebihan berat badan juga gigi yang bolong-bolong.
  5. Shalat Dhuha. Menurut saya ini kuncinya. Shalat! Ada seorang teman yang memulai harinya dengan beribadah 8 rakaat di waktu Dhuha, yaitu saat naiknya matahari. Biasanya pukul 10.00. Imbasnya adalah dia memiliki wajah yang lebih cerah serta perasaan yang lebih tenang. 
Untuk kalian, silahkan mencoba cara yang manapun. Jika tidak ada satupun cara yang berhasil berarti kalian dipersilahkan untuk mencari tips lainnya lagi. Semoga di lain waktu bisa berbagi kembali dengan cerita yang berbeda namun pasangan yang sama.


Salam, Pipi Bolong.

Tuesday, May 8, 2018

Inspirasi OOTD ala Lalaysf



Beberapa bulan ini saya sangat suka tampil berbeda daripada biasanya, bisa dibilang lebih fashionable. Dari yang biasanya hanya tampil dengan kaos, jeans, atau sneakers, sekarang bisa dibilang lebih mengikuti perkembangan jaman. Intinya anak OOTD banget!

Outfit yang digunakan sih tidak muluk-muluk. Kaos dan jilbab rawis masih menjadi pilihan utama setiap mau pergi, terkadang flannel jika tujuannya berkelana di alam bebas. Namun, top dan celana kulot sekarang menjadi pilihan pertama jika mau nongkrong cantik ke Mall atau kafe. Terkadang, saya menambahkan outer seperti vest untuk mempercantik penampilan, tujuannya sih biar terlihat enggak gitu-gitu aja.

Outer merupakan pilihan nomor satu di hati saya, kenapa? Karena ada seseorang yang pernah bilang, "Kamu manis banget kalo pakai outer!" Eciyeee gitu, dan saya langsung menjadikan outer pilihan utama setiap mau jalan sama dia.  Hehehehe.

Nah, untuk menjadi seseorang yang "fashionable banget" itu sebenarnya enggak main asal coba-coba juga, terlebih untuk orang yang baru seperti saya. Sebenarnya enggak baru juga sih, dulu pas kuliah saya suka tampil OOTD gitu, tapi semenjak kesini malah males dan mau simpel. Nah, karena sekarang kerjanya pakai seragam dan enggak bisa aneh-aneh lagi, malah jadi kangen tampil OOTD gitu. Hehehe.

Ada beberapa orang yang menjadi kiblat fashion saya. Mulai dari cara berpenampilan, sampai kemana harus beli outfit tersebut. Tetapi, tidak langsung saya tiru 100%. Biasanya, akan saya tanya dulu kepada beberapa orang yang mengerti "fashion banget", apakah saya cocok dengan gaya berpakaian ini atau tidak. Bila cocok, saya tiru dan mofidikasi, jika tidak akan saya lihat saja hahaha.

Berikut orang-orang yang menginspirasi saya dalam berpakaian;


Dengan gaya Smart Casual, @strngrrr terlihat sangat cantik dan semampai. Tomboi tapi tetap terlihat sangat fashionable. Sebelum mengenal @strngrrr saya fikir jika ingin terlihat bagus dan anak OOTD banget, harus berpenampilan feminim.  

https://www.instagram.com/strngrrr/?hl=id


Wajahnya yang terlihat imut dan penampilannya yang sangat feminim merupakan salah satu daya tarik @saritiw. Setiap buka instagram @saritiw, pasti saya ingin terlihat lebih feminim, dan menginspirasi saya untuk lebih cantik daripada sebelumnya. Hehehehe.

https://www.instagram.com/saritiw/?hl=id


Mau berpernampilan tomboi? Atau feminim? Atau lebih terlihat muslimah? Lengkap di instagram dengan username @ayuindriati ini. @ayuindriati terlihat sangat cocok dengan segala macam tema. Baik casual, maupun feminim.

https://www.instagram.com/ayuindriati/?hl=id


Dengan hidung mancungnya, @mellyfebr mencoba tampil smart casual. Kaos dan blazer membuat @mellyfebr terlihat santai namun tetap formal. Cara berpakaian yang santai namun tetap dalam ranah formal membuat saya rajin mengikuti postingan dia di instagram.

https://www.instagram.com/mellyfebr/?hl=id
5. @nurnazama

Mau ngetrip tapi tetap fashionable? Main-main ke instagramnya @nurnazama. Selain bisa lihat keindahan alam, kita juga bisa melihat keindahan cara berpakaiannya. Pakaian dan warna apa yang cocok dalam setiap tempat.

https://www.instagram.com/nurnazama/?hl=id

Selain personal, saya juga bisa mencari referensi di https://www.popbela.com/ . Dan yang paling saya suka dari website ini adalah #POPBELAOOTD, terletak di pojok kanan pada landing page


Selain #POPBELAOOTD, yang paling sering saya buka adalah halaman fashion tentunya. Fashion terbagi dua, yaitu  Style and Trends dan Look for Less. Style and Trends berisi cara berpakaian, pemilihan sepatu, sampai pemilihan hijab yang cocok dan sedang trend. Sementara Look for Less berisi tentang macam-macam pakaian yang lucu, sneakers model baru, dan masih banyak lagi.

Style and Trends

Look for Less

Mau cari tahu soal make up? POPBELA ada! Relationship? Ada juga! Pokoknya, POPBELA ini menurut saya website panduan wajib para perempuan. Dari front end sudah 'perempuan banget'. Sentuhan warna pink dan putih mendominasi website ini. Khas wanita banget.  Untuk isinya juga 'sangat perempuan', mulai dari fashion, sampai tentang Career juga ada. Lengkap banget semua diulas di website ini.

Untuk saya pribadi, website ini panduan nomor satu untuk kamu yang ingin tampil fashionable. Bukan hanya menampilkan berbagai macam fashion style, tetapi juga ada tips and trick supaya terlihat cocok dengan fashion style tersebut.

Nah, itu beberapa referensi yang menginspirasi saya dalam fashion. Kalau ada yang punya referensi lain, sharing ya!


Salam, Pipi Bolong!

Saturday, April 21, 2018

Bahagiaku Tertinggal di Geopark Ciletuh



Dimulai dari niat yang selalu tertanam dalam fikiran setiap rasa resah datang melanda. Saya memulai kembali perjalanan dengan rasa nekat. Lama sudah tak merasakan sensasi "auto pilot" dalam setiap perjalanan, dan kali ini saya rasakan kembali dalam cerita saya ketika mengunjungi Geopark Ciletuh.

Geopark Ciletuh merupakan kawasan wisata yang sedang hits belakangan ini. Terletak di Ciwaru, Sukabumi, Jawa Barat. Geopark Ciletuh merupakan Geopark Nasional Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2015 lalu. Dalam hati saya adalah, masa banyak turis yang sudah berkunjung ke sana sementara saya belum, padahal letaknya hanya sejengkal dari Jakarta.

Perjalanan Menuju Geopark Ciletuh

Saya memulai perjalanan ini dengan melangkahkan kaki ke Terminal Kampung Rambutan pukul 23.00. Ketika saya sampai, ternyata bus yang menuju Sukabumi sudah tidak ada. Yang ada hanya tinggal ke Ciawi-Bogor, juga sedikit kenangan tentang dia ikut tertinggal. Dengan niat nekat, saya pun menaiki bus jurusan Ciawi tersebut, sama nekatnya dengan saya yang memutuskan berhenti memikirkan dia. Saat berangkat dari Kampung Rambutan, itu sudah pukul 01.00 dinihari.

Sesampainya di Ciawi, saya sempat bingung, melebihi bingungnya perasaan saya ke dia. Karena waktu itu sudah hampir 02.00 pagi. Akhirnya, setelah seperti biasanya saya modal "SKSD" dengan para warga sekitar, saya bertanya bagaimana cara menuju ke Pelabuhan Ratu, saya dianjurkan menaiki angkot arah Sukabumi yang saat itu memang berhenti di sepanjang sisi jalan. Dengan catatan berhenti di pertigaan Cibadak.
 
Akhirnya saya menaiki angkot arah Sukabumi tersebut. Cukup mendebarkan jantung karena abang angkot dengan lihainya salip sana salip sini, tikung sana tikung sini, sepertinya sewaktu muda terbiasa dengan tikung-menikung saat pacaran.

Sesampainya di pertigaan Cibadak, Alhamdulillah, ada bus yang langsung menuju Pelabuhan Ratu. Sempat terfikir saya akan luntang-lantung terlebih dahulu menunggu bus tersebut hingga pagi, ternyata bus yang menuju Pelabuhan Ratu dari pertigaan Cibadak itu ada 24 jam.

Bus pun berjalan tak lama kemudian, deru suara adzan subuh pun terdengar di mana-mana. Tak terasa saya tertidur dalam bus. Ketika saya membuka mata, sinar matahari pagi sudah menerpa wajah saya. Tenang dan damai menyelimuti saya pagi itu, walaupun setelah semalaman luntang-lantang naik turun kendaraan. Mendebarkan, juga membahagiakan.

Ketika sampai di Pelabuhan Ratu, saya fikir drama perjalanan ini akan berakhir. Ternyata tidak. Geopark Ciletuh itu terletak di desa Ciwaru, cukup jauh dari Pelabuhan Ratu. Sempat menengok kanan-kiri ternyata tidak ada angkot bertuliskan arah Ciwaru. Lagi-lagi dengan modal SKSD ngobrol dengan warga sekitar. Eh tidak tahunya, angkot tersebut ada depan mata saya sendiri, dan memang angkot tersebut tidak bertuliskan apapun. Angkot tersebut hanya ada satu atau dua setiap harinya, dan hanya berangkat pagi-pagi.

Perjalanan menuju ke Ciwaru sendiri tidaklah mudah. Melewati banyak sekali jalanan rusak dan naik turun tanjakan. Selain itu, juga sedikit penumpang yang menuju arah sana. Pantas saja sedikit sekali angkot yang menuju arah sana. Tapi tenang, rasa sayang saya ke dia tidak pernah berhenti sedikit pun.

Tengah hari, saya sampai di Terminal Ciwaru. Jangan senang dulu saat membaca tulisan ini, karena masih ada sedikit perjuangan lagi untuk menuju Geopark Ciletuh. Untuk menuju Geopark Ciletuh, saya masih harus menaiki ojek terlebih dulu. Untungnya, sebelum berangkat tadi, saya sudah menyewa penginapan, yaitu penginapan Bakalembang. Langsung saja saya minta arahkan menuju ke penginapan tersebut.
  
Setelah sampai penginapan, saya pun langsung membersihkan diri serta istirahat agar bisa terlihat cantik dan menawan nantinya. Tak lupa saya memakai pelembab aloe vera dari Nature Republic dan Sunscreen Wardah SPF 30 agar kulit saya senantiasa lembab dan tak terbakar. 

Berbekal motor yang saya sewa dari penginapan, maka dimulailah kembali perjalanan saya. Ada apa saja sih di Geopark Ciletuh? Ada banyak! Tapi tak semua bisa saya paparkan di sini, seperti hubungan kita yang tak pernah bisa terpaparkan jelas.

Pantai Palangpang 

Pantai Palangpang biasa disebut juga dengan "pintu masuk" Geopark Ciletuh. Di pantai inilah terukir tulisan Geopark Ciletuh berwarna kuning cerah yang menjadi spot foto incaran setiap pengunjung. Pantai Palangpang memiliki hamparan pasir hitam yang manis dengan air berwarna kecoklatan di muaranya. Cukup manis untuk dijadikan tempat berpose ketika senja datang.


  

Curug Sodong

Curug Sodong atau biasa disebut dengan Curug Kembar. Terletak di Ciemas. Berada tidak jauh dari Terminal Ciwaru, kurang lebih sekitar 20 menit dari Terminal Ciwaru. Memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Asal muasal disebut Curug Kembar adalah karena dua curug yang berdampingan layaknya Curug Kembar. Ada juga yang menyebutkan dengan Curug Penganten, karena layaknya sepasang penganten yang berdampingan. Mitosnya, pasangan kekasih yang belum menikah dilarang keras berenang di curug ini, karena nantinya kan tenggelam. Tapi itu hanya mitos yang. Tidak tahu benar atau tidak karena kebenaran mutlak hanya milik Tuhan dan wanita yang sedang marah.
 





Puncak Darma

Puncak Darma atau biasa disebut dengan "Primadona Ciletuh" merupakan satu-satunya tempat "penenang hati" untuk saya. Bagaimana tidak, di Puncak Darma kita bisa melihat keseluruhan Geopark Ciletuh, bahkan sedikit Pelabuhan Ratu pun terlihat di sana. Untuk menuju Puncak Darma bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali tanjakan terjal juga tikungan tajam untuk sampai di sana. Tetapi semua kalah dengan pemandangan ciamik yang ada di puncak tersebut!


 



Begitulah sedikit rangkaian cerita yang bisa saya bagi saat perjalanan ini. Jika kalian bertanya, apa kesan saya selama perjalanan ini? Jujur saya sangat senang! Dideru rasa bingung, penasaran, berjalan tak jelas arahnya, mengedepankan insting, serta keberanian yang matang untuk menuju ke tempat ini. Sampai jumpa lagi pada perjalanan auto pilot berikutnya!  


Salam, Pipi Bolong!

Sunday, March 18, 2018

Seutas Kata Untuk Ayahanda



“Pah, adek kangen....”

Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara dan merupakan satu-satunya perempuan, membuat saya mendapat tempat spesial di hati kedua orangtua saya, terlebih ayahanda.

Papa, begitu saya selalu memanggil beliau. Selalu memperhatikan kebutuhan saya sedari kecil, hingga sekarang ini. Beliau tidak pernah berhenti memberikan seluruh perhatiannya untuk saya. Meskipun kini saya sudah bukan tergolong anak kecil lagi.

Papa selalu menganggap saya sebagai anak kecil. Jelas sekali, walaupun saya sudah bekerja, beliau tetap memperlakukan saya layaknnya anak kecil yang masih beranjak dewasa. Jika hujan turun saat hendak berangkat kerja, beliau akan mengantarkan saya tepat sampai di lobby gedung tempat bekerja. Atau, saat harus pulang terlalu malam ketika harus mengerjakan pekerjaan yang tidak kunjung selesai, beliau dengan sigap akan menjemput saya tepat di depan ruangan kantor saya.

Tidak hanya urusan antar-mengantar, soal laki-laki dia juga sangat protektif. Tanyakan saja kepada setiap lelaki yang saya kenalkan kepada beliau, dia akan berlaku judes layaknya melihat musuh sendiri depan mata. Seolah tak rela jika anak gadisnya jatuh cinta kepada orang lain selain dirinya. Seolah tak rela jika suatu saat anak gadisnya ini menjadi milik orang lain.

Namun, sayangnya semua perhatian dan perlakuan beliau kepada saya harus berhenti saat saya berumur 25. Pada akhirnya, yang maha kuasa memanggil dia lebih dulu ketimbang harus melihat anak gadisnya duluan untuk diambil orang. Pada akhirnya, dia yang pergi duluan meninggalkan anak gadisnya, ketimbang melihat anak gadisnya pergi duluan dengan lelaki pilihannya.

Papa memang memiliki riwayat sakit jantung dari tahun 2009, tidak hanya sekali beliau divonis memiliki umur pendek. Tidak hanya satu dokter yang berkata seperti itu. Namun, beliau tetap optimis untuk kesembuhan dan kesehatannya.

Masih teringat jelas, beliau mengeluhkan dadanya sakit saat pulang dari Surabaya. Ketika kami membawa beliau kerumah sakit, dokter bilang seperti gejala penyakit jantung koroner. Dan, dokter pun menyuruh untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setiba di rumah pun, saya langsung mencari tahu apa itu jantung koroner. Ternyata jantung koroner merupakan salah satu bagian dari penyakit jantung yang mematikan dan belum ada obatnya. Jantung koroner berasal dari rokok. Sebelumnya, papa memang perokok berat yang tidak bisa menghentikan kebiasaannya. Dan ternyata, memang itulah sumber segalanya.

Saat itu kami sekeluarga seperti tidak memiliki harapan, saya pun pasrah. Sedari 2009, saya sudah pasrah jika suatu saat nanti papa memang harus pergi. Perasaan itu semakin menjadi ketika dokter memang memvonis papa memiliki jantung koroner, dan bagaimana melihat papa harus bolak-balik rumah sakit karena penyakit jantungnya itu.

Tetapi, kami sekeluarga tetap optimis bahwa papa bisa sembuh. Kondisi papa dari tahun ke tahun pun semakin baik. Bahkan saat beberapa tahun terakhir, papa hanya meminum obatnya saat akan bepergian jauh atau saat menyetir. selebihnya tidak.

Namun ternyata, harapan tetaplah harapan. Malam itu, 28 Februari 2018 pukul `00.30 pagi, kakak ipar membangunkan saya. Sayup-sayup terdengar suara syahadat dari ruang tengah. Ternyata mama sedang mengurus papa yang merintih kesakitan.

Saya terdiam saat menghampiri mereka, tanpa terasa saya menangis melihat papa. Sementara papa, dengan sabarnya tetap mengoleskan minyak ke sekujur tubuh papa agar papa terasa lebih hangat. Tak lama kemudian abang saya ikut datang menghampiri dan ikut membisikan syahadat kepada papa.

Selagi terus membisikan syahadat, mama bercerita papa kumat saat hendak shalat malam. Beliau memang biasa shalat malam saat tengah malam hingga fajar tiba. Dua kali juga papa step dan tidak bisa menutup mulut. Saya semakin terisak mendengar cerita mama. Papa pun melihat saya menangis dan melarang saya untuk menangis, bahkan jika nanti papa habis umur, saya tidak boleh menangis ataupun ikut menguburkannya.

Pukul 02.30, papa ingin buang air besar. Dan benar saja, kami meletakan pispot untuk papa buang air, dia mengeluarkan banyak sekali isi dalam tubuhnya.  Tidak berhenti hingga setengah jam berikutnya. Setelahnya, papa pun semakin merasa sakit dan sesak yang menjadi. Dan pukul 03.30, saya dan abang pun membawa papa kerumah sakit.

Tak lama sampai rumah sakit, kakak menemani papa masuk ruang IGD, sementara saya mengurus administrasi. Selagi saya masih mengurus administrasi, suster berlarian menuju ruang IGD. Saya pun merasa tidak enak lagi. Saya ikut lari menuju ruang IGD, dan melihat kakak sudah menangis tersedu-sedu. Sementara dokter, masih terus mencoba untuk melakukan segala yang terbaik untuk papa.

Innalillahiwainnailahirodjiun, pukul 04.07 papa akhirnya berpulang kepada yang maha kuasa. Semenit setelah dokter menyuntikan obat, nadinya langsung berhenti. Beliau pulang dengan mengucap syahadat tanpa henti di bibirnya.

“Terima kasih banyak, papa. Atas 25 tahun yang memang terasa sangat sebentar ini. Adek selalu berharap dan berdoa kita bisa bertemu lagi nanti... Tunggu adek pah, adek sedang berjalan kesana....

Friday, February 23, 2018

Kandang Godzilla, Bekas Tambang Pasir yang Mempesona

Pernah mendengar tentang Kandang Godzilla? Saya sendiri sering mendengar tentang Kandang Godzilla, namun tidak tahu itu apa. Maka dari itu ketika seorang teman memutuskan kesana, saya bersikeras untuk ikut karena ingin tahu, apa Kandang Godzilla itu?

Perjalanan ke Kandang Godzilla

Pukul 09.30 WIB kami berangkat menggunakan motor dari rumah saya di Fatmawati menuju Tangerang. Jangan ditanya rasanya seperti apa. Hampir 70 kilometer kami tempuh dalam kurung waktu dua jam. Dengan jumlah total 3x berhenti sebelum sampai.

Kandang Godzilla atau lebih tepatnya Tebing Koja berada di Desa Cisoka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Jadi, bukan Tangerang Kota melainkan Kabupaten. Rute perjalanan melewati Bintaro, Boulervard Serpong, hingga sampai akhirnya ke Desa Cisoka.

Jalan yang dilalui tidaklah mulus, apalagi jika sudah memasuki Kabupaten Tangerang. Banyak  sekali jalanan hancur juga banjir-banjir kecil. Namun, tak usahlah risau. Karena sepanjang perjalanan begitu masuk ke daerah pedesaan banyak terdapat sawah menghampar yang cukup menjernihkan mata.


Pemandangan yang dilalui menuju Kandang Godzilla

Tebing Koja

Ketika Zuhur tiba, kami sudah melewati Jl Raya Cisoka dan artinya sudah sedikit lagi kami sampai. Adzan Zuhur berkumandang, dan kami pun memutuskan untuk shalat dulu di mushola sekitar. Selesai shalat kami bercakap sebentar dengan warga untuk bertanya di mana tepatnya Kandang Godzilla tersebut. Karena google maps sudah memutuskan bahwa seharusnya kami sudah sampai dan tak ada rute lagi. Kemungkinan besar jalannya sudah tak terdeteksi lagi.

Warga mengarahkan bahwa kami untuk terus masuk ke dalam pedesaaan tersebut. Kandang Godzilla letaknya seperti di ujung desa. Jadi, sisiri saja jalanan pedesaan, nanti juga akan ketemu. 

Benar saja, setelah kira-kira 15 menit, kami sampai disebuah jalan dengan spanduk Tebing Koja di atasnya.  Di sana, kami diminta Rp 5000 untuk masuk. Sepertinya itu pungutan tidak resmi. Karena ternyata masih kira-kira 10-15 menit kemudian baru sampai di gerbang Kandang Godzilla sesungguhnya.

Dengan Rp 2000, kami sudah bisa membayar parkir dan masuk ke dalam tempat wisata tersebut. Semakin yakin bahwa yang tadi adalah pungutan liar. Tidak apalah, berbagi-bagi rizki. 

Sementara, di samping pintu masuk Kandang Godzilla merupakan aliran sungai persis yang saya lupa apa nama sungainya. Begitu melewati gerbang selamat datang, maka terhamparlah warung-warung makanan yang bisa kita singgahi sebentar untuk memanjakan perut.


Pintu Masuk Tebing Koja

Sambil istirahat makan, kami bertanya kepada ibu penjaga warung. Yang mana, arah menuju Kandang Godzilla tersebut. Kata ibunya, semua yang mengarah ke atas tebing merupakan Kandang Godzilla tersebut. Waktu itu saya masih belum paham. Tetapi, begitu saya menjejakan kaki di sana, barulah saya paham.

Ternyata Kandang Godzilla itu merupakan tebing-tebing, dan dibawahnya ada air menggenang layaknya sungai, juga ada daratan dengan parit-parit kecil. Makanya banyak pintu masuk, karena mengarah ke tiap tebing yang berbeda. 

Nama aslinya sendiri adalah Tebing Koja. Tempat ini dulu bekas tambang pasir, Guyuran air hujan membuat beberapa bagian tempat ini seperti tergenang. Dinamakan Kandang Godzilla karena dikelilingi banyak tebing tinggi dan kita terkungkung seperti tikus di dalamnya. Cocok untuk monster raksasa seperti Godzilla.


Tebing-tebing Kandang Godzilla

Tebing Dua

Masih serumpun dengan Kandang Godzilla ini. Namun dipisahkan dua tebing tinggi. Untuk masuk ke dalam Tebing Dua ini, kita cukup membayar Rp 2000 lagi. Entah beda pengelola atau apa. Karena saya penasaran, maka saya pun mencoba masuk ke Tebing Dua ini. 

Ternyata, tidak jauh beda dengan tebing pertama, sama saja. Tapi di Tebing Dua ini, ada satu spot yang saya fikir cukup instagramable lah. Ada aliran air tergenang, jembatan bambu, lalu dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi. 



Lepas menjelajahi bagian bawah tebing tersebut, saya mencoba naik ke atas Tebing Dua. Ternyata lumayan menyeramkan, berbeda dengan tebing pertama yang aman. Bahkan ada juga tali jika ingin mencoba naik dengan tali dan bukannya dengan tangga-tangga yang curam. Namun, pemandangan yang disajikan di atasnya cukup membayar rasa ngeri ketika naik ke atas tebing tersebut.

Dari atas Tebing Dua

Tebing Dua lebih mengerikan? Lumayan. Jika terbiasa mungkin tidak akan semengerikan itu. Bagi saya yang jarang olahaga extreme, mungkin cukup membuat degup jantung berdebar. Lain kali jika ada waktu saya ingin mencoba menjelajahi tiap tebing di kawasan Tebing Dua ini. Karena sewaktu naik ke atas tebing ini, hujan turun membuat saya harus menghentikan petualangan sementara. Semoga cuaca bersahabat ketika saya nanti saya ke sana lagi. 


Salam, Pipi Bolong.

Wednesday, February 21, 2018

Tentang Rindu, Pasangan Hidup, dan Move On

Berawal dari sebuah obrolan di grup whatsapp Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta, ada beberapa orang yang iseng membahas rindu sebagai bahan obrolan ringan juga sebagai penahan rasa kantuk di sela-sela jam kerja mereka.

Sebutlah dia Mbak Nunik sebagai penggagas rindu pertama yang kemudian ditimpali oleh Inggit, sang pecandu rindu.  Ada sahut-sahutan manis dari Mbak Yunita, juga ada Nasa, si perusuh obrolan. Orang yang tidak pernah bisa diajak serius seumur hidup. Bahkan saya yakin, kalaupun nanti dia ijab kabul, dia akan cengengesan di depan penghulu sembari menggoda sang penghulu.

Apa Itu Rindu?

Berbagai macam pendapat dikemukakan. Mulai dari rindu yang menyakiti hingga rindu yang dinikmati. Saya sendiri tidak pernah bisa mendefinisikan rindu. Sejak saya pernah menjalani long distance relationship, hingga sendiri sekarang ini. Untuk saya, rindu itu terasa jika dia tidak tahu dan tidak merasakan rindu itu. Sungguh, menikmati sekali rasa rindu yang menyakitkan itu. 

Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini dan lagi mungkin kini kau telah bahagia. -Yunita Tresnawati

Ku kira rindu itu baik ternyata aku salah
Jika kata Dilan “Rindu itu berat kamu tidak akan kuat, Biar aku saja”
Lain denganku “Rindu itu menyesakkan, Hingga aku pun muak dengan rindu ini”
Aku tau dia merindukanku tapi dia selalu menutupinya
Dan bodohnya aku pun juga begitu. - Inggit Komala

Lalu ada sebuah pertanyaan yang menurut saya sangat konyol. Saking konyolnya saya tahu bahwa dia sendiri sedang rindu-serindunya atau memang otaknya sedang bergeser 5cm.

Pernah enggak ngerasain rindu serindu- rindunya rindu tapi enggak tau sama siapa? 

Sebut saja dia Inggit yang melempar pertanyaan itu. Saking dia mau rindu orang tapi dia tidak tahu mau rindu siapa. Antara dia jomblo ngenes atau emang single. Lambat laun banyak yang nimbrung obrolan tentang rindu ini. Bahkan pertanyaan Inggit yang konyol itu mendapat respon dari Bang Eka, Admin Klub Buku & Blogger Backpacker Jakarta. 

Ini sebenarnya hampa akut, karena rindu itu ada objeknya. -Eka Siregar 

Dhuarrr! Menyebut-nyebut hampa saya langsung tersentil. Karena memang saat itu saya dalam proses hampa yang akut, setengah depresi, dan total hilang arah.

Baca juga : 7 Kelakuan Perempuan Saat Putus Cinta


Tetapi saya tidak seperti Inggit yang tidak tahu mau ditunjukan kepada siapa rindunya. Saya memiliki objek yang saya rindukan, yang saya fikirkan, dan saya tangiskan. Nyata, namun tak tersentuh lagi. Sebut saja dia masa lalu yang masih terngiang-ngiang di telinga, fikiran, dan hati.

Bagaimana menyikapi rindu yg datang tiba-tiba ketika kita sudah melepaskan? -Lalaysf

Mendapat jawaban manis dari admin satunya lagi, manis banget. Saking manisnya mau saya kasih gula sekilo ke wajahnya lalu dicampur teh biar kalau kesel tinggal saya minum.

Karena rindu setitik rusak move on setahun. -Achi Hartoyo

Obrolan pun berpindah menjadi bagaimana perempuan rindu yang penuh kode-kode. Bagaimana lelaki harus bisa menyikapi dan menangkap kode rindu dari perempuan. Perempuan memakai perasaan dalam menunjukan apapun, sementara lelaki menggunakan logikanya.

Jadi, menurut saya itu adalah perpaduan yang cocok. Ketika kita menunjukan perasaan kita, seharusnya lelaki menangkap perasaan kita dengan logikanya, bukan dengan ketidakpekaan dia. Pintar-pintarlah kalian merangkai kata dan sikap dalam menjaga hati sang perempuan. 

Lalu, mulailah para lelaki bertanya tentang bagaimana menaklukan perempuan yang penuh dengan kode-kode yang lebih sulit daripada kode morse. Di situ saya tersenyum dan tertawa-tawa sendiri membacanya. Saya bukan tipe orang yang kode-kode, namun saya akan langsung menunjukan dan mengatakan apa yang saya rasakan. Meski kadang itu berdampak buruk pada diri saya, setidaknya itu lebih baik daripada membuat para lelaki itu bingung.

Bagaimana Menaklukan Perempuan?

Bang Eka bercerita bahwa seumur hidupnya bilang tidak pernah susah menaklukan perempuan. Tetapi, alam yang pisahkan. Menurutnya perempuan itu butuh rayuan dan perhatian. Lagi marah dirayu juga nanti diam. Diberi rayuan bertubi-tubi juga nanti meleleh.

Langsung saja mendapat applause dan dinobatkan jadi Dilan Masa Kini! 

Berbeda dengan Mas Achi yang berfikir untuk menaklukan perempuan cukup diberi kunci mobil, kartu debit dan kredit untuk belanja, serta rayuan maut. 

Ini juga benar menurut saya, meskipun saya tahu ini hanya celetukan dan dia tidak mungkin melakukannya. Hahaha!

Mbak Ariwidi pun merespon semua perkataan Bang Eka, menurutnya itu benar. Dia sendiri menyukai lelaki yang lucu dan cerdas. Bisa menghibur hidupnya. Pernyataan Mbak Ariwidi ini membuat obrolan pun berpindah tentang pasangan hidup.

Bagaimana Mencari Pasangan Hidup?

Lagi-lagi Bang Eka, sebagai seseorang yang sudah merasakan pahit manisnya hidup, sudah merasakan asam garam tentang cinta, jatuh dan bangun berkali-kali pun membagi pengalamannya. Kata dia, jangan pernah mencari pasangan hidup yang kita suka, karena kalau kita suka biasanya tidak akan dapat dan itu bahaya!

Cari yang bisa melengkapi hidup kita, biasanya itu yang gak kita miliki, bisa jadi yang kita benci. Dan yang terakhir, cari yang membawa kita ke surga. -Eka Siregar

Lalu, saya teringat banyak orang yang menentukan pasangan hidup berdasarkan kriteria yang dimiliki, berniat bersikeras mencari sesuai kriterianya. Karena menurut mereka, kriteria tersebut yang dapat membahagiakan mereka nantinya.

Apa Itu Kriteria Pasangan?


Menurut Bang Eka, kalau kita sudah dekat dan menjadi pasangan jangan pernah suka apa yang kita suka dari dia. Orang-orang biasanya bicara kriteria dalam hidup berumah tangga, lebih kepada apa yang diharapkan kepada pasangannya dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari nanti. Bukan pada sifat haqiqi dari pasangannya.

Pasangan dalam artian di sini adalah, pasangan hidup yang sudah melakukan akad ataupun janji sehidup semati. Sudah menikah, bukan pacaran. Sementara, pacaran kondisi dimana kira sedang memilih orang yang cocok buat hidup kita, makanya tidak bagus.

Jika ada seseorang yang menilai calon pasangan hidup melalui sifatnya, itu wajar. Asal jangan terjebak penilaian. Karena apa yang kita nilai belum tentu baik untuk kita. 

Pasangan Itu Bukan Untuk Dipilih!

Sama halnya dengan mantan-mantan yang dipilih menurut tipe. Hal tersebut membosankan. Karena memang sudah sesuai kemauan kita dan sama sekali tidak ada tantangannya. Jangan banyak milih! Karena justru yang paling tidak inginkan biasanya takdir kita.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Kita cenderung bosan dengan apa yang kita suka, karena yang kita suka biasanya cerminan diri kita. 
Maka kita akan terus mencari kekurangan dia!

Pertanyaan paling penting saat mencari pasangan:

"SAAT MENIKAH NANTI, KITA MAU JADI APANYA DIA?"

Jawabannya harus:
Jalan dan pintu kita ke Surga.


Bila perlu cari yang sulit kita mengerti seumur hidup. Maka seumur itu pula hidupmu gak akan membosankan. By the way, ada yang salah dengan kata memilih pasangan hidup. Pasangan hidup itu bukan untuk dipilih. Banyak sekali contoh dan statistik yang menunjukkan keberhasilan rumah tangga karena tidak memilih pasangan. Pasangan hidup itu saling menemukan. Bisa karena orang lain, dijodohkan. Bisa karena niat, jumpa langsung nikah. Pasangan itu jodoh yang saling menemukan, bisa karena orang lain, bisa karena niat. -Eka Siregar 

Langsung saya teringat obrolan saya dengan beberapa teman. Mereka bercerita, bahwa cerminan diri mereka adalah dalam iman dengan pasangan. Bukan dari paras, harta, ataupun kepribadian. Menurut mereka, jika menyukai seseorang dari parasnya, maka ketika berpasangan akan diuji oleh paras tersebut. Entah salah satunya dibuat paras seburuk mungkin atau lainnya. Jika menyukai seseorang dari harta, maka ketika berpasangan nanti akan diuji oleh kekayaan dan kemiskinan. Jika menyukai dari kepribadian, maka ketika berpasangan nanti akan diuji dengan dirubah kepribadiannya. 

Lain halnya dengan mencintai karena iman, sesungguhnya cinta mereka akan dikokohkan oleh Allah dan menjadi jalan pintu kita kesurga.

Ketika berpacaran, kita cenderung memilih sesuai isi hati kita. Padahal itu bisa saja semu. Apa yang kita lihat, belum tentu sebenarnya yang ada dari calon pasangan kita ini.

Nah makanya, jangan pacaran! Kesalahan fatal dalam pacaran itu menilai. Seringkali menilai apa yang sudah diterima dan diberi. Bukan merasakan apa yang dijalani. Obrolan pun berlanjut menjadi move on, putus cinta setelah pacaran. Ini bagian terpenting buat saya dari serangkaian percakapan ini.

Move On?

Berdasarkan obrolan kriteria, saya jadi berfikir bagaimana tentang seseorang yang sudah menjalani hubungan begitu lama dan berpisah begitu saja hanya karena sifat mereka tidak sesuai kriteria masing-masing. Apakah harus tetap dipertahankan? Atau berubah menjadi orang yang sesuai kriteria tersebut? Atau dilepaskan begitu saja?

Carilah orang yg mau menerima duniamu, dan kamu juga menerima dunianya. -Rafli Rinaldi Latif

Saya sendiri masih bingung dengan pernyataan di atas. Apakah berkesinambungan dengan mencari yang "bukan kita banget" seperti apa yang Bang Eka bilang, ataukah tentang menerima apa adanya? Menurut saya, ketika kita sudah jatuh cinta kepada seseorang, maka kita akan menerima baik buruknya dia, kita akan menerima segala kebaikan dan kesalahan dia, kita akan menerima segala permintaan maaf dia walaupun sudah berkali-kali menyakiti. 

Dengan statement saya itu, Mas Achi bilang; bahwa perempuan itu rata-rata menikmati patah hati. Jika perlu diperpanjang. Dan benar, perempuan menerima segala rasa yang muncul di hidupnya kini. Ketika perempuan tertidur lalu terbangun kemudian menangis karena rindu mencekam tiada henti. Ketika orang-orang bertanya tentang dia dan tidak bisa menjawab apapun. Dan ketika harus menerima kenyataan bahwa dia sudah memiliki hati yang baru. Sungguh, perempuan menikmati rasa sakit ini sebelum pada akhirnya perempuan bisa benar-benar pulih.

Sempat terfikir, apakah saya menikmati rasa sakit ini? Jujur, sampai saat ini pun saya masih berkomunikasi dengan mantan terakhir saya. Bukan hanya sekedar berkomunikasi, bahkan juga masih bertemu layaknya dua orang yang masih merajut kasih. Walaupun saya tahu bahwa dia juga sedang dekat dengan perempuan lain. Saya tahu, dia berusaha membagi waktunya menyempatkan dirinya untuk saya, dan di lain waktu juga dia berusaha ada untuk perempuan itu. Sungguh miris bukan? Hahaha.

Seorang teman juga bercerita, bagaimana dia merajut hubungan 7 tahun lamanya dan pada akhirnya harus berakhir kemudian ditinggal menikah dua bulan kemudian. Permanen rasa sakit itu. Selama 5 tahun dia merasakan kosong, tidak tahu tujuan hidup, tidak tau harus bagaimana. Marah, bingung, setiap ketempat kenangan mereka dan ketika bertemu dengan orang-orang yang mengenal dia sebagai pasangan mantannya yang kini telah menikah. Bagaimana orang-orang itu bertanya tentang mantan pasangannya? Yang hanya dibalas dengan senyum namun perih di dada.

Juga ada yang bercerita bagaimana dia sudah bertunangan dan harus menerima kenyataan bahwa dia pergi dengan yang lain. Bahkan sampai ada yang mengaku menghindari pacaran karena takut merasakan sakit hati. Dan ini semua perempuan yang bercerita.

Saya merasakan jelas apa yang mereka rasakan. Bagaimana rasa takut menyerbu saya. Takut dan malah benci pergi ketempat-tempat yang saya sukai dahulu. Hanya karena takut bertemu atau mengingat kenangan tentang dia.

Sebegitu buruknyakah efek dari patah hati bagi perempuan?

Laki-Laki Move On dengan Cepat?

Lagi-lagi Bang Eka yang menjawab kegelisahan dan pertanyaan yang berkecamuk dalam hati para perempuan ini. Menurut dia, Perempuan susah move on, tapi setelah itu dia biasa saja. Laki-laki cepat move on. tapi move on semu. karena dia pasti ingat dan tetap "dendam" seumur hidup. Contohnya, nama mantan dijadikan anak. 

Tetapi, tidak semua lelaki move on semu menurut saya. Sebut saja Mas Achi yang susah move on berkepanjangan. Saya pernah menjadi orang yang paling malas dekat dengannya ketika dia patah hati. Dia bilang tidak tidur selama 2 hari, bahkan sempat cuti kerja. Yang paling parah, waktu kami ke Pulau Semak Daun, dia kehilangan bantal dari mantan pacarnya itu. Dan, dia galau bukan main, resah bukan main. Padahal itu sudah lumayan berbulan-bulan dari masa putusnya. Dan, sekarang dia baik-baik saja seakan dia lupa pernah 'segila' itu. Hahaha.

Tak kalah dari Mas Achi, ternyata banyak lelaki pernah patah hati mendalam. Ada yang bercerita bahwa dia dulu pacaran bukan untuk menikah. Seumur hidupnya, hanya 2 wanita yang dia dekati untuk dinikahi.

Dulu waktu pertama kali HARUS DIPISAHKAN oleh keadaan, yang saya lakukan adalah: Membaca semua surat/puisi dari dia berulang-ulang, melihat semua foto-foto kami terus, sampai pada akhirnya saya merasa biasa saja. Awalnya memang gak kuat mabok dan stress terus (ulu sempat jadi bandel), apalagi waktu itu kejadiannya kira2 1 tahun setelah saya sakit dan sampai divonis 2 tahun lagi usianya. Lagi masa penyembuhan. Hopeless banget. Dan yang sakitnya... Setelah mulai terbiasa... tiba-tiba masalah baru muncul. Dia kabur dari rumah suaminya. Lari ke rumah orang tua. Ketemu mama. Memeluknya persis seperti Milea memeluk Mama Dilan. Dengan postur dan rambut yang sama. Dan saya pun harus mengalah dan meninggalkan Medan demi kebaikan keluarga mantan. Sebelum dia meninggal, saya tahu selamanya dia sayang saya. 3 tahun kemudian. Dia hidup kembali. Jadi Neng kecil saya. Untuk seumur hidup saya.. Atas apa yang telah kami lakukan dan akan lakukan seumur hidup.. 2 bulan itu sebentar...

Ada juga yang berbagi cerita mantannya yang tidak bisa move on. Ketika dia masih SMA, dan mantannya mengajak menikah. Ya, dia minta putus, ketika putus lukanya sama-sama dalam. Ketika dia sudah biasa dengan kehidupannya, mantannya itu muncul kembali. Ini yang repot. Dan dia menceritakan ini dengan gaya humorisnya, membuat saya malah tertawa-tawa membacanya.

Hanya waktu yg dapat menyembuhkan luka. - Nunik Utami

Akan ada masanya, badai yg dahulu meluluhlantakanmu, akan jadi bahan lelucon bagimu.- Nasa Lagi Bijak

Take your time. Selama yg dibutuhkan. Jadi pas jatuh cinta lagi itu pasti bukan pelampiasan. -Zaoza Faradilla

Bukan waktu yg menyembuhkan luka, tapi kita yang milih untuk sembuh. -Yunita Tresnawati

Pernyataan-pernyataan di atas membuat saya sadar. Bahwa kita susah move on karena tidak ingin jatuh cinta lagi hanya karena terburu-buru melupakan cerita yang lama dengan mudahnya. Tidak pernah ada yang mengizinkan hati ini sakit, bukan orang lain yang patut disalahkan atas rasa sakit ini. Bukan masa lalu. Tetapi diri sendiri yang mengizinkan mereka menyakiti kita. Biarkan saja cerita ini berjalan dan waktu yang menyembuhkan. 

Mas Achi bilang, penyebab rapuh ini karena sisi spiritual kita yang kurang mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa. Berkali-kali manusia jatuh dan rapuh, berkali-kali jugalah untuk memaafkan dan jangan mendendam. Mintalah kepada pemilik hati, bukan orang yang diamanahkan untuk menjaga hati tersebut. Ingatlah darimana kita berasal, untuk apa kita hidup? Dan apa yang terjadi setelah kita hidup? Itu semua agar jiwa kita tidak rapuh.

Maafkanlah, fikiran negatif hanya menguras energi. Tetapi Ingat, jika perempuan sudah merasa tersakiti, selamanya dia akan tersakiti. Kamu akan dimaafkan, tetapi tidak untuk dilupakan. Bisa jadi perempuan yang tersakiti memiliki trauma yang berkepanjangan namun tak ditunjukan. Hidupnya terlihat bahagia, namun tidak dengan kenyataan sebenarnya.

Fase jatuh cinta dan berpindah hati setiap orang itu memang berbeda-beda. Tidak usahlah takut karena dia sudah menemukan yang baru atau kamu masih terdiam di tempat yang lama. Menemukan belum berarti memiliki. Biarkan, biarkan dia tetap ada di dalam jiwa. Sejatinya, jika dia memang jodohmu maka dia akan kembali. Jika bukan, maka akan ada ganti yang lebih baik untukmu.

Nulis ini semua sambil mewek!

Terima kasih banyak untuk semua yang telah membuka mata saya dan memberi jawaban atas apa yang selama ini saya cari-cari. Terima kasih; Bang Eka, Mas Achi, Mbak Nunik, Mbak Yunita, Mbak Ariwidi, Inggit, Kak Zaoza, Kak Uwie, Kartini, Kak Ndari, Derus, dan semua teman kubbu yang tidak disebutkan. Semoga kebahagiaan selalu datang kepada kalian.

Salam, Pipi Bolong.