Cerita si Pipi Bolong

, , ,

Gelato Itu ada di Ungaran! #PipiBolongdiSemarang

Gelato identiknya dengan cuaca panas, sebagai penetralisir dari hawa panas. Tapi gimana kalo makan gelato di atas ketinggian? Udah dingin, malah makan gelato, mirip orang pacaran yang udah enggak bisa diperjuangkan, tapi  tetap dipaksakan ya kan?

Berawal dari perjalanan dinas ke Boyolali, yang awalnya diprediksi sampai sore hari ternyata selesai sebelum tengah hari. Sebagai anak bawang yang suka banget keluyuran, saya minta pulangnya via arteri saja, tidak via jalan bebas hambatan tersebut. 

"Males lewat tol, lurus aja nggak ada lampu merahnya. Hubungan aja suka ada pasang surut macetnya."

Maka, pulanglah kami ke Semarang via arteri mengikuti kemauan anak bawang yang lagi galau ini, sebelumnya makan siang dulu di Iga Bakar Pak Wid. Tapi bukan Iga Bakar Pak Wid yang mau saya ceritakan, saya mau cerita hubungan kita yang pasang surut, eh nggak-nggak!

Pas mau pulang, atasan saya rewel minta gelato. Sepengalaman saya, gelato terdekat adanya di Solo Manahan. Tapi kalo ke Solo dulu kan mesti balik lagi. Bolak-balik putus nyambung kayak orang pacaran aja. 

"Maunya ke arah Semarang (Sampai Sekarang Masih Sayang)!" titah beliau.

Karena sudah disposisi, mau enggak mau saya buka aplikasi google maps. Dan benar saja, rata-rata gelato tersebut adanya di Solo Manahan. Tidak putus asa, kayak saya memperjuangkan dia, terus-terusan. Saya terus scrolling, terus, terus, dan DANG! Ada mantan saya di Ungaran! Eh bukan, ada Gelato Matteo di Ungaran. 

Saya sudah beberapa kali mencoba Gelato Matteo di Semarang sini, dari awal mencoba saya sudah jatuh cinta. Sama seperti saya jatuh cinta pada pandangan pertama ke mantan. Kebetulan atasan saya juga suka dengan citarasa Matteo tersebut. Maka kami memutuskan untuk beranjak ke Matteo. Dikarenakan gelato tersebut dengan Gerbang Tol Ungaran, kami memutuskan untuk kembali masuk tol.

Keluar Gerbang Tol Ungaran, kita ambil ke arah kanan. Awalnya kita kira dekat dengan alun-alun Ungaran. Tapi, lho kok! Melewati alun-alun, lanjut naik ke atas entah ke arah mana. 

"La, ini kamu serius? Ini Indomaret aja enggak ada di sini loh!" -Atasan saya mulai resah.

"Mbak Lala, ini masuk jalan desa loh, serius?" -Rekan saya mulai resah.

"IH BENER KOK INI KATA GOOGLE!" -Saya mulai emosi.

"Wah awas nih Lala, terakhir kali kita ke Banaran sama Londo, dapetnya zonk mulu." Rekan saya yang menyetir mulai resah.

Memang pernah ada pengalaman, saya ajak mereka ke salah satu kafe daerah Ungaran tersebut, ada saja halangannya. Tutup, ramai, dan lain-lain. Malah pernah sampai nyasar jauh. Tapi kali ini entah kenapa saya yakin saja dengan google maps.

Dengan selow saya bilang "Pokoknya kalo ada Matteo di sana, kalian semua traktir gue tiga scoop."

Dan benar saja, ada Matteo setelah melewati bukit kedua. HAHAHAHAHA! Asli puas banget perasaan ini, kayak berhasil move on dari mantan setelah sekian lamanya. 

Saya juga heran sih, ada Matteo di atas ketinggian ini. Dan bukan itu saja, Matteo tersebut menyediakan 16 citarasa es krim. Mulai dari Manis, sampai asam kayak hubungan. Oh iya, toppingnya gratis gaes!

Lokasi tersebut disebut dengan Sunset Area, berhadapan langsung dengan Janji Jiwa Ungaran. Viewnya? Hamparan sawah ada di sepanjang mata, makan gelato sambil melihat petani membajak sawah. Tempat terbaik untuk galau Kak!

And this is it, Gelato Matteo Released on Ungaran!


Salam, Pipi Bolong!







Share:
Read More