Cerita si Pipi Bolong

,

Mungkin Kamu Lupa



Pernah berkali-kali merasa kecewa yang berkepanjangan tiada henti? Pernah berfikir bahwa hidup ini sudah tidak ada artinya lagi? Ketika sesuatu yang diperjuangkan tanpa henti dengan penuh pengorbanan menjadi sia-sia.

Saya pernah.

Dan kini merasakannya lagi.

Selama hampir dua tahun saya memperjuangkan perasaan seseorang, namun segalanya hilang dalam sekejap mata. Masih teringat sebelum kejadian itu, saya masih video call, masih bertemu setiap minggu, bahkan beberapa hari sebelumnya masih dalam suasana yang sangat baik-baik saja.

Kemudian, tiba-tiba dia hilang. Pagi hari sebelumnya dia masih menjalin kontak dengan saya, siang sampai dengan malam hari tidak ada kabarnya. Sampai saya harus menghubungi keluarganya, takut terjadi  sesuatu dengan dia. 

Tapi ternyata, ketika dia datang kembali, dia mengatakan sudah memiliki seseorang yang baru di hidupnya. Segala permintaan maaf dia lontarkan, saya hanya mampu diam tanpa menjawab apapun segala ucapan dia.

Hampir dua tahun saya menjalin cerita bersama dia, hampir dua tahun segala suka duka saya percayakan kepada dia. Dan kini, dia patahkan begitu saja.

Ingin marah? Bahkan untuk menangis pun sudah tak mampu lagi, ketika komitmen dipatahkan oleh orang baru yang bahkan baru kenal dua minggu. Selemah itukah pertahanan hatinya dalam menerima cobaan hati? 

"Aku dan kamu kan selama ini udah selesai, kamu saja yang terus tidak bisa pisah dari aku." Begitu jawabnya setiap kali saya bilang hati saya hancur. 

Mungkin hati kecilnya sudah mati rasa terhadap saya. Membuang segala kenangan indah yang tidak pernah lagi akan terulang. Mungkin hatinya sudah lupa, beberapa hari sebelumnya saya menemaninya di bawah derasnya hujan sambil bersenandung tentang cinta. Mungkin dia lupa, seberapa besar cintanya kepada saya dahulu, dan seberapa besar pengorbanan saya untuk dia dahulu.

Mungkin dia lupa, ada hati yang selalu dia janjikan untuk tetap bersama.

Teruntuk kamu; sudahlah, tak usah lagi meminta maaf dan menjanjikan kembali jika memang tak mampu. 

Salam, Pipi Bolong
Share:

No comments:

Post a Comment