Friday, January 5, 2018

Wedding Debt (Review)

Judul : Wedding Debt
Penulis : RatinatiF
Penerbit : KataDepan
ISBN : 978 – 602 – 6805 – 82 – 9
Rating : 3.5/5


Sinopsis:


Laki-laki tinggi bermata biru itu datang dan mengubah seluruh hidupku. Dia bilang, Ayah berutang lima milyar! Lima milyar, bayangkan apa saja yang bisa kubeli dengan uang sebanyak itu? Laki-laki jahat itu memintaku menikah dengannya, dan utang Ayah dianggap lunas.

Masa depanku terjual, tetapi benar-benar tak ada cara lain. Aku tak mau Ayah menanggung semuanya sendirian. Akhirnya, aku rela menikah dengan laki-laki dengan wajah yang dipenuhi cambang itu. Aku rela demi Ayah dan Mama.

Namun, benarkah semuanya demi Ayah dan Mama? Lalu, mengapa aku jadi begitu resah saat tahu laki-laki itu ternyata menyimpan rahasia? Tentang perempuan bernama Clara dan perempuan lain yang ia tunggu dari masa lalunya?

Aku hanya menikah karena utang Ayah, aku tahu itu. Aku tak akan pernah jatuh cinta kepadanya.

Kita bisa saja terus mengingkarinya, terus mengingkari keberadaannya. Namun, diam-diam kita tahu, cinta tak akan pernah bisa terbayar lunas.

Review:

Kidung Kinanti, perempuan muda nan cantik yang bekerja sebagai teller di salah satu bank BUMN, diminta oleh kedua orang tuanya menikahi pria bernama Prasasati Ambarawa. Sebagai ganti atas hutang kedua orang tuanya kepada Prasasti sebesar lima milyar.

Padahal, Kinanti sendiri sudah memiliki pacar yang biasa dipanggil Kak Danny- Fardanny Ishak. Kak Danny sendiri merupakan kakak dari salah satu sahabatnya, yaitu Daisy. Kinanti memiliki dua sahabat, yaitu Daisy dan Wanna.

Namun, ternyata Prasasti adalah pimpinan tempat Danny bekerja. Danny yang merasa Prasasti lebih baik darinya, dan tidak ingin kehilangan karirnya, merelakan Kinanti untuk Pras.

Keadaan semakin menjadi ketika wanita bernama Clara, datang ke kantor Kinan dan meng-claim bahwa Pras adalah miliknya. Clara membuat kegaduhan di kantor Kinan, dan meminta Kinan untuk menjauhi Pras. Ibu Lidya - Ibu dari Prasasti, menghetahui bahwa Clara telah berlaku buruk kepada Kinan. Ibu Lidya sendiri sangat membenci Clara, dan berharap anaknya jauh-jauh dari Clara.

Hari pernikahan pun dipercepat, mau tak mau Kinan pun menurut. Bagi Kinan, pernikahannya ini adalah wedding debt, dan bukannya wedding day.

Namun, benih-benih cinta itu semakin lama semakin bermunculan. Tokoh Prasasti yang tegas dan over protective, mampu meluluhkan hati Kinan yang kekanak-kanakan. Namun, disaat perasaan itu ada, Kinanti harus menerima kenyataan bahwa ada seseorang dimasa lalu Prasasti yang tidak dapat ia lupakan. Perih!

Alur maju dalam novel ini memiliki bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh pembaca. Kadang, ada beberapa bagian yang menurut saya lucu dan mampu membuat saya tertawa. Ada juga beberapa bagian yang cukup membuat saya gemes bukan main. 

Misal saat Farhan - supir yang dipekerjakan Pras untuk Kinanti. Duh, saat bicara bahasanya mendayu-dayu dan berpuitis, tapi kok malah buat gemes gimana gitu. Entah apa maksudnya. Padahal, deskripsinya terlihat bahwa Farhan itu sangar.

Kegemesan lainnya kepada novel ini adalah, banyak sekali thypo-nya. Misal, Wanna terkadang ditulis Wana, padahal awalnya adalah Wanna. Ada juga penulisan yang seharusnya diawali dengan huruf kapital malah menjadi huruf kecil.

Tetapi, selebihnya baguslah. Cukup buat hati mendesir-desir, apalagi saat tahu kenyataan yang dari apa yang sebenarnya terjadi.


"Perempuan pasti punya rasa ingin tahu yang besar meski dijaga dan dilarang sedemikian rupa." - Clara 
Salam, Pipi Bolong. 

2 comments:

  1. Saya jg suka gemes kalau nemu typo :D
    Tp ceritanya menarik ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali! Hihihi lucu campur gemas!

      Delete