Friday, January 19, 2018

Kenapa Perempuan Susah Move On Saat Putus?

Dalam setiap hubungan, tidak semua berjalan mulus. Ada yang berakhir pasangan di pelaminan, ada juga yang berakhir menjadi tamu undangan di pelaminan mantan. Ketahuilah, bahwa hubungan itu bukan hanya tentang rasa cinta, tetapi juga tentang kesamaan prinsip kedepannya. Jika prinsip sudah tak sama lagi, maka hubungan tak lagi bisa untuk diteruskan. Begitulah petuah sang pendekar tongkat cinta yang sering patah hati akibat kandasnya hubungan.

Dalam hal berakhirnya suatu hubungan, lelaki yang paling sering disalahkan. Kenapa? Karena perempuan selalu merasa paling benar. Setuju? Kalau kamu tidak setuju silahkan cari pembenaran kalian dengan berjalan ke arah barat.

Terlebih lagi, jika lelaki langsung move on dan memiliki pasangan baru setelah putus. Siap-siap mendapat terpaan dan doa-doa sakit hati dari sang mantan. Padahal, menurut artikel yang saya baca, move on bukan berarti sang lelaki sudah melupakan sepenuhnya, sebenarnya mereka sangat kehilangan dan mencari tempat pelampiasan untuk ‘pulang’.

Perempuan, jika sudah patah hati mampu menangis berhari-hari. Curhat kesana kemari mencari pembenaran. Dan pada akhirnya tertunduk lesu di kamar lalu meratapi kisah kasih yang telah berlalu. Sementara, sang mantan sudah mencoba move on dan menjalani hidup yang baru.

Dan pertanyaan terbesar saya, kenapa sih perempuan susah sekali move on? Dalam hal ini termasuk diri saya. Saya membiarkan diri saya menangis berhari-hari di kamar. Mendengarkan lagu-lagu sedih yang membuat saya enggan untuk keluar, apalagi untuk makan. Bahkan, dalam tingkatan patah hati yang sudah akut sekali, terkadang perempuan bisa berbuat nekat. Melukai diri sendiri hanya untuk merasakan sakit hati yang sesungguhnya.

Dan, di situlah saya mendapatkan jawaban sesungguhnya tanpa harus berjalan ke barat. “MENIKMATI!”. Perempuan menikmati rasa sakit itu. Perempuan menikmati rasa kehilangan itu. Perempuan menikmati hancur-sehancurnya kehampaan itu. Dan ketika mereka sudah merasa ‘sembuh’, mereka dengan ikhlas bisa melepaskan masa lalu tersebut tanpa menoleh kebelakang lagi.

Dan, ketika perempuan sudah cukup kuat untuk menerima sesuatu yang baru,  mereka akan benar-benar melupakan dan tak ingin menoleh ke belakang lagi. Dan saat itulah biasanya sang lelaki mulai merasa kehilangan. 

Pada akhirnya kita sama-sama merasa kehilangan, itu hanya masalah waktu saja. Kalau memang berjodoh, kehilangan itu akan dipersatukan kembali kelak.

Percaya enggak percaya silahkan untuk dirasakan, pengalaman pribadi dan tingkat kedewasaan setiap orang berbeda-beda. Belum tentu mengalami hal seperti di atas. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah SWT. 


Salam, Pipi Bolong.


*) Image via Pexels

14 comments:

  1. ihihihi kalo dipiki2 iya juga ya. Tapi laki laki juga sebenarnya susah move on spt kita, hanya ga ditunjukan aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Tapi biasanya mereka susah move onnya terlambat. Awal-awal mereka akan merasa bebas. Setelah itu baru terasa kehilangan.

      Delete
  2. Betul bgt, dulu pengalaman sedih stelah putus 2-3 hr aja, abis itu malah lega, yeay bebas hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngerasain banget kan perih-perih kehilangan tiap malem. Hahahaha.

      Delete
  3. udah lupa rasanya patah hati gimana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaaay, semoga tak merasakannya lagi! Aamiin.

      Delete
  4. Ahaha, kalau aku pernah ngalamin lega dulu baru sedih, apa jangan2 aku menikmati juga ya

    ReplyDelete
  5. Kita ini yaa memang menikmati luka, namun dari luka-luka itah muncul karya. Kalau aku sih begitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi apa sanggup menahan perih yg datang setiap malam? Hahahaha.

      Delete
  6. Dik Latifa, perempuan memang senang sekali ya menikmati lara, untuk sementara demi kelegaan seterusnya. Semoga hati diringankan, langkah ditegapkan, bahagia berdatangan dari arah yang tak disangka. Sebaik-baik saudara yang saling mendoakan kebahagiaan bagi saudaranya. Semoga Dik Latifa segera menemukan apa yang dicari :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, aku terharu sekali. Terima kasih Kak Zaoza. Saling mendoakan. :')

      Delete
  7. Duh isi blognya selalu masalah hati, jadi bingung mau komen. Eh ini sudah komen ya hehehe...
    Perempuan harus "Tegar" seperti judul lagunya Rossa. Gitu lho mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah comment Mas Ris hahaha.

      Delete