Tuesday, January 30, 2018

Anyang-Anyangan Jengkoleun Tak Terlupakan

Kamu suka makan jengkol? Sama! Saya sangat suka makan jengkol. Sebagai anak berdarah Banjarmasin-Betawi yang lebih terasa kental darah Betawinya, saya merupakan pecinta jengkol nomor wahid, pengagum kelas berat, juga penggemar jengkol paling setia. Intinya, rasa suka saya terhadap jengkol melebihi rasa suka saya terhadap kamu. 

Namun ternyata, terlalu banyak makan jengkol itu tidak baik. Memang, sesuatu yang dilebih-lebihkan itu tidak baik. Seperti rasa sayangku ke kamu yang terlalu berlebihan, misalnya. Saya sendiri pernah mengalami efek buruk karena makan jengkol terlalu banyak.

Jengkoleun yang terjadi kepada saya, tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Kronologis Jengkoleun.


Sumber Gambar : www.resepkoki.id 
Awal mulanya adalah saat saya datang menghadiri pernikahan seorang teman. Jengkol merupakan salah satu menu yang disajikan. Karena sudah dua minggu tak makan jengkol, bisa dibilang saya kalap. Setelahnya saya yakin disumpahin sama yang punya hajat karena sudah menghabiskan jengkolnya. 

Keesokan harinya ternyata salah satu keluarga ada yang memasak jengkol. Tak luput saya mendapat kiriman seporsi besar jengkol yang saya makan sendiri, dan tak bagi ke keluarga lainnya. Hati boleh berbagi, namun tidak dengan jengkol.

Dua hari pun berlalu begitu saja. Tak ada sumpah yang menjadi nyata. Tapi kepergianmu yang menjadi nyata.

Cerita ini di mulai pada suatu sore yang mendung dan gerimis, ditemani oleh rintik-rintik kenangan, saya mulai merasa anyang-anyangan. Astaga! Seumur hidup saya belum pernah mengalami anyang-anyangan, sumpah rasanya itu enggak enak banget! Rasanya mau banget buang air kecil, tapi saat keluar tuh sedikit banget. Itu kaya udah suka banget sama dia, dan responnya dia cuma selintas. Sakit!

Saya kira awalnya ini karena cuaca, cuaca yang dingin membuat saya mau buang air kecil terus-menerus, namun karena saya kurang minum air putih maka dari itu urin yang keluar sangat sedikit. Bolak-balik saya ke toilet, melebihi bolak-baliknya fase putus nyambung kita.

Karena saya merasa ini sepele, saya tetap cuek saja.  Namun, semakin lama anyang-anyangan ini terasa tidak nyaman, buang air kecil terasa semakin susah dan sakit. Sangat tidak nyaman! Seperti hubungan kita yang sudah tak senyaman saat pertama. 

Saya pun mencoba menghubungi seorang dokter kenalan saya. Saya jelaskan bahwa saya merasa anyang-anyangan dan sangat tidak nyaman. Dokter tersebut menyarankan saya untuk minum air putih yang banyak, jika masih terasa sangat tidak nyaman baiknya ke dokter.

Akhirnya, karena sudah merasa tidak kuat lagi pada hubungan kita, eh pada anyang-anyangan ini maksudnya. Pukul sepuluh malam, saya putuskan untuk ke dokter. Sesampainya di dokter, dokter bertanya apakah saya terasa demam atau ada nyeri panggul, saya jawab tidak. Lalu dokter mulai memeriksa ditambah menekan beberapa bagian perut.

Dan, diagnosanya adalah jengkoleun! 

Saya baru ingat, beberapa hari lalu saya kalap di hajatan dan setelahnya menghabiskan porsi jengkol untuk keluarga besar. Ketika saya bercerita itu, dokter hanya merespon;

Kamu disumpahin tuh ngabisin jengkol untuk hajatan sekampung sama yang punya hajat.

Jadi, jengkol itu mengandung serpihan-serpihan kristal yang menyumbat saluran kemih. Tapi, anyang-anyangan bukan hanya karena jengkol saja sih. Bisa juga karena kebanyakan mikirin kamu, terus jadi nahan pipis karena keasyikan mikirin. 

Kembali lagi ke cerita. Astaga, rasanya saat itu saya mau ketawa terbahak-bahak. 25 tahun saya hidup, baru kali ini saya mendengar tentang jengkolan. Dokter lalu memberi resep juga peringatan agar tidak makan jengkol dulu, tidak menahan pipis, dan minum air putih yang banyak. Untungnya tidak disuruh berhenti kangen sama kamu.

Namun, setelahnya saya malah takut makan jengkol lagi. Seperti takut kehilanganmu maka lebih memilih menjauh.

Solusi Anyang-Anyangan Alami, Prive Uri-cran.

Hari-hari pun berlalu dengan sempurna. Hingga sampailah suatu pagi saya mulai merasa sedikit anyang-anyangan. Dengan segera saya minum air putih banyak-banyak.

Setelahnya saya mengingat beberapa waktu kebelakang, apakah saya makan jengkol? Jawabannya tidak. Lalu kenapa? Memang sih saya ada beberapa kali menahan buang air kecil, namun tidak sering dan tidak lama. 

Saya pun berselancar di internet, Untuk mencari tahu penyebab anyang-anyangan itu. Apakah karena terlalu banyak mikirin kamu? Akhirnya setelah membuka website http://uricran.co.id saya menemukan banyak penyebab anyang-anyangan. Banyak sekali informasi tentang anyang-anyangan di situ, bisa coba dilihat dan dibaca dengan menggunakan hati, dijamin langsung jatuh hati.

Secara anatomi, saluran kemih wanita lebih rentan diserang bakteri jahat E-Coli. Bila tidak segera ditangani ini akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. - http://uricran.co.id

sumber : http://uricran.co.id
Bukan hanya penyebab yang saya temukan di website tersebut, jodoh juga! Maksudnya jodoh untuk sakit anyang-anyangan ini, lebih tepatnya sih solusi secara alami. Maklum, kebanyakan mikirin jodoh di mana.

Dan, akhirnya kumenemukanmu, disaat anyang-anyangan mulai kembali menghantuiku. Prive Uri-cran jawabannya!



Merupakan suplemen makanan yang terdiri dari Buah Cranberry Extract Plus Vitamin C & Probobiotik. Buah Cranberry konon katanya efektif mencegah Infeksi Saluran Kemih karena memiliki Proanthocyanidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih. Bisa cek selengkapnya di sini.

Prive Uri-cran sendiri terbagi menjadi dua yaitu Uri-cran ( kapsul) dan Prive Uri-cran Plus (bubuk). Saya lebih memilih Prive Uri-cran Plus, seperti meminum jus Cranberry alasannya. Namun, senyamannya kamu saja mau yang mana, asal setia.

Segera saya menuju apotik dan membeli Prive Uri-cran Plus dan mengkonsumsinya. Cara minumnya juga mudah, cukup menuangkan satu sachet Prive Uri-cran ke dalam air 150 ml, Lalu minum dalam keadaan tenang dan tak galau. Karena kalau galau tak akan ada rasanya, hampa. 


Tidak lama kemudian setelah minum Prive Uri-cran Plus ditambah air putih banyak-banyak, saya buang air kecil dengan volume lumayan sebanyak tiga kali berturut-turut, dengan jeda waktu sepuluh menit. Setelahnya anyang-anyangannya hilang. Ajaib! Lebih cepat daripada move on ke kamu!

Dan kini, saya memutuskan untuk rutin mengkonsumsi Prive Uri-cran Plus, melebihi rutinitas saya mikirin kamu. Karena saya sudah tidak mau lagi merasakan anyang-anyangan, sumpah sakit dan terasa nyeri saat buang air kecil. Sangat tidak nyaman, melebihi sikapmu yang dingin dan membuatku tak nyaman itu. Semoga setelahnya saya tidak lagi merasa anyang-anyangan dan kamu juga kembali membuatku nyaman dan sayang. 

Karena kalo tidak sayang, belum tentu nyaman. Tetapi jika sayang, sudah pasti nyaman. Seperti Prive Uri-cran Plus kesayangan yang membuat nyaman.

Salam, Pipi Bolong.

Friday, January 19, 2018

Kenapa Perempuan Susah Move On Saat Putus?

Dalam setiap hubungan, tidak semua berjalan mulus. Ada yang berakhir pasangan di pelaminan, ada juga yang berakhir menjadi tamu undangan di pelaminan mantan. Ketahuilah, bahwa hubungan itu bukan hanya tentang rasa cinta, tetapi juga tentang kesamaan prinsip kedepannya. Jika prinsip sudah tak sama lagi, maka hubungan tak lagi bisa untuk diteruskan. Begitulah petuah sang pendekar tongkat cinta yang sering patah hati akibat kandasnya hubungan.

Dalam hal berakhirnya suatu hubungan, lelaki yang paling sering disalahkan. Kenapa? Karena perempuan selalu merasa paling benar. Setuju? Kalau kamu tidak setuju silahkan cari pembenaran kalian dengan berjalan ke arah barat.

Terlebih lagi, jika lelaki langsung move on dan memiliki pasangan baru setelah putus. Siap-siap mendapat terpaan dan doa-doa sakit hati dari sang mantan. Padahal, menurut artikel yang saya baca, move on bukan berarti sang lelaki sudah melupakan sepenuhnya, sebenarnya mereka sangat kehilangan dan mencari tempat pelampiasan untuk ‘pulang’.

Perempuan, jika sudah patah hati mampu menangis berhari-hari. Curhat kesana kemari mencari pembenaran. Dan pada akhirnya tertunduk lesu di kamar lalu meratapi kisah kasih yang telah berlalu. Sementara, sang mantan sudah mencoba move on dan menjalani hidup yang baru.

Dan pertanyaan terbesar saya, kenapa sih perempuan susah sekali move on? Dalam hal ini termasuk diri saya. Saya membiarkan diri saya menangis berhari-hari di kamar. Mendengarkan lagu-lagu sedih yang membuat saya enggan untuk keluar, apalagi untuk makan. Bahkan, dalam tingkatan patah hati yang sudah akut sekali, terkadang perempuan bisa berbuat nekat. Melukai diri sendiri hanya untuk merasakan sakit hati yang sesungguhnya.

Dan, di situlah saya mendapatkan jawaban sesungguhnya tanpa harus berjalan ke barat. “MENIKMATI!”. Perempuan menikmati rasa sakit itu. Perempuan menikmati rasa kehilangan itu. Perempuan menikmati hancur-sehancurnya kehampaan itu. Dan ketika mereka sudah merasa ‘sembuh’, mereka dengan ikhlas bisa melepaskan masa lalu tersebut tanpa menoleh kebelakang lagi.

Dan, ketika perempuan sudah cukup kuat untuk menerima sesuatu yang baru,  mereka akan benar-benar melupakan dan tak ingin menoleh ke belakang lagi. Dan saat itulah biasanya sang lelaki mulai merasa kehilangan. 

Pada akhirnya kita sama-sama merasa kehilangan, itu hanya masalah waktu saja. Kalau memang berjodoh, kehilangan itu akan dipersatukan kembali kelak.

Percaya enggak percaya silahkan untuk dirasakan, pengalaman pribadi dan tingkat kedewasaan setiap orang berbeda-beda. Belum tentu mengalami hal seperti di atas. Karena sesungguhnya kebenaran hanya milik Allah SWT. 


Salam, Pipi Bolong.


*) Image via Pexels

Friday, January 5, 2018

Wedding Debt (Review)

Judul : Wedding Debt
Penulis : RatinatiF
Penerbit : KataDepan
ISBN : 978 – 602 – 6805 – 82 – 9
Rating : 3.5/5


Sinopsis:


Laki-laki tinggi bermata biru itu datang dan mengubah seluruh hidupku. Dia bilang, Ayah berutang lima milyar! Lima milyar, bayangkan apa saja yang bisa kubeli dengan uang sebanyak itu? Laki-laki jahat itu memintaku menikah dengannya, dan utang Ayah dianggap lunas.

Masa depanku terjual, tetapi benar-benar tak ada cara lain. Aku tak mau Ayah menanggung semuanya sendirian. Akhirnya, aku rela menikah dengan laki-laki dengan wajah yang dipenuhi cambang itu. Aku rela demi Ayah dan Mama.

Namun, benarkah semuanya demi Ayah dan Mama? Lalu, mengapa aku jadi begitu resah saat tahu laki-laki itu ternyata menyimpan rahasia? Tentang perempuan bernama Clara dan perempuan lain yang ia tunggu dari masa lalunya?

Aku hanya menikah karena utang Ayah, aku tahu itu. Aku tak akan pernah jatuh cinta kepadanya.

Kita bisa saja terus mengingkarinya, terus mengingkari keberadaannya. Namun, diam-diam kita tahu, cinta tak akan pernah bisa terbayar lunas.

Review:

Kidung Kinanti, perempuan muda nan cantik yang bekerja sebagai teller di salah satu bank BUMN, diminta oleh kedua orang tuanya menikahi pria bernama Prasasati Ambarawa. Sebagai ganti atas hutang kedua orang tuanya kepada Prasasti sebesar lima milyar.

Padahal, Kinanti sendiri sudah memiliki pacar yang biasa dipanggil Kak Danny- Fardanny Ishak. Kak Danny sendiri merupakan kakak dari salah satu sahabatnya, yaitu Daisy. Kinanti memiliki dua sahabat, yaitu Daisy dan Wanna.

Namun, ternyata Prasasti adalah pimpinan tempat Danny bekerja. Danny yang merasa Prasasti lebih baik darinya, dan tidak ingin kehilangan karirnya, merelakan Kinanti untuk Pras.

Keadaan semakin menjadi ketika wanita bernama Clara, datang ke kantor Kinan dan meng-claim bahwa Pras adalah miliknya. Clara membuat kegaduhan di kantor Kinan, dan meminta Kinan untuk menjauhi Pras. Ibu Lidya - Ibu dari Prasasti, menghetahui bahwa Clara telah berlaku buruk kepada Kinan. Ibu Lidya sendiri sangat membenci Clara, dan berharap anaknya jauh-jauh dari Clara.

Hari pernikahan pun dipercepat, mau tak mau Kinan pun menurut. Bagi Kinan, pernikahannya ini adalah wedding debt, dan bukannya wedding day.

Namun, benih-benih cinta itu semakin lama semakin bermunculan. Tokoh Prasasti yang tegas dan over protective, mampu meluluhkan hati Kinan yang kekanak-kanakan. Namun, disaat perasaan itu ada, Kinanti harus menerima kenyataan bahwa ada seseorang dimasa lalu Prasasti yang tidak dapat ia lupakan. Perih!

Alur maju dalam novel ini memiliki bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh pembaca. Kadang, ada beberapa bagian yang menurut saya lucu dan mampu membuat saya tertawa. Ada juga beberapa bagian yang cukup membuat saya gemes bukan main. 

Misal saat Farhan - supir yang dipekerjakan Pras untuk Kinanti. Duh, saat bicara bahasanya mendayu-dayu dan berpuitis, tapi kok malah buat gemes gimana gitu. Entah apa maksudnya. Padahal, deskripsinya terlihat bahwa Farhan itu sangar.

Kegemesan lainnya kepada novel ini adalah, banyak sekali thypo-nya. Misal, Wanna terkadang ditulis Wana, padahal awalnya adalah Wanna. Ada juga penulisan yang seharusnya diawali dengan huruf kapital malah menjadi huruf kecil.

Tetapi, selebihnya baguslah. Cukup buat hati mendesir-desir, apalagi saat tahu kenyataan yang dari apa yang sebenarnya terjadi.


"Perempuan pasti punya rasa ingin tahu yang besar meski dijaga dan dilarang sedemikian rupa." - Clara 
Salam, Pipi Bolong. 

Tuesday, January 2, 2018

Mengapa Harus Menulis?

Alhamdulillah, tahun baru 2018 telah datang. Dan tulisan ini merupakan tulisan pertama di 2018. Sebelum saya menulis, maka izinkanlah saya mengucapkan selamat tahun baru masehi 2018, semoga selalu bisa rutin menulis di blog ini.

Belum lama ini saya ikut sebuah komunitas menulis online. Komunitas tersebut merupakan wadah untuk para pemula yang ingin belajar menulis. Karena saya manusia yang super kepo, maka saya  mencoba untuk ikut komunitas tersebut.

Untuk ikut komunitas tersebut sangatlah mudah. Cukup dengan daftar ke nomor pendaftaran yang sudah diinfokan, selanjutnya share tentang komunitas tersebut ke semua media sosial.

Kelas pertama dimulai tanggal 26 Desember 2017, melalui channel telegram. Saya sudah sangat excited sekali dengan materi yang dibawakan. Materi pertama membawakan tentang menulis, apa tujuan dan motivasinya.

Setelah materi pertama, saya jadi terngiang-ngiang. Untuk apa saya menulis selama ini?

MENGAPA HARUS MENULIS?

Selintas mungkin sering terdengar dalam benak, mengapa kita harus menulis? Dan, apakah alasan kita untuk menulis? Tentunya setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda untuk menulis.

Ketika saya kecil, saya menulis untuk mengerjakan tugas sekolah dari Bapak dan Ibu guru saya. Beranjak remaja, saya menulis untuk mencurahkan hati saya setiap harinya. Menjelang dewasa, saya menulis bukan hanya untuk diri saya, juga untuk orang lain.

Ya, saya menulis apapun untuk saya dan orang lain. Ketika saya melakukan kesalahan dan mengakibatkan sesuatu, saya menulis agar tidak ada lagi orang yang melakukan kesalahan seperti yang saya lakukan. Ketika saya bepergian kemanapun, saya menulis agar orang lain mendapatkan informasi dan referensi jika ingin bepergian. Ketika saya mencoba suatu makanan, saya menulis agar orang lain tahu rasa dari makanan tersebut. 

Dan saya sadar, selama ini saya menulis bertujuan agar orang lain tahu. Agar orang lain mendapatkan informasi lebih. Agar orang lain dapat membayangkan sesuatu. Agar orang lain belajar dari segala kesalahan saya.

Semua itu membuat saya sadar mengapa saya harus menulis? Karena saya ingin bermanfaat untuk orang lain.


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni.)


Salam, Pipi Bolong.


*) Image via Pexels