Saturday, August 5, 2017

Konspirasi Alam Semesta (REVIEW)

Judul : Konspirasi Alam Semesta
Penulis : Fiersa Besari
Penerbit : Mediakita
ISBN : 978 – 979 – 794 – 535 – 0
Rating : 4/5


Review

Buku ini merupakan albuk (album buku) dari seorang Fiersa Besari. Dipenuhi dengan lirik-lirik dari album tersebut dan tergambarkan menjadi sebuah cerita. 

Adalah seorang jurnalis,  Juang Astarajingga, bertemu dengan Ana  Tidae secara tidak sengaja di Palasari saat berburu buku. Saat pertama kali bertemu, Juang sudah mengingat dengan jelas bagaimana detail gadis itu. Beruntung semesta mempertemukan mereka kembali selang beberapa hari kemudian. Juang ditugaskan untuk meliput seorang sinden asal Indonesia yang mengharumkan nama bangsa di mancanegara namun dilupakan di negerinya sendiri, Shinta Aksara. Dikarenakan Shinta Aksara sudah meninggal, maka yang akan diwawancara oleh Juang adalah putrinya yang tidak lain tidak bukan adalah Ana Tidae.

Semenjak pertemuannya dengan Ana, Juang kentara sekali sudah jatuh cinta pada gadis itu. Lain dengan Ana yang telah memiliki kekasih. Di puncak gunung Slamet, Juang pun memperjuangkan cintanya pada Ana. Seseorang yang mampu merubah perangainya. Seseorang yang dijadikan rumah untuknya berpulang kemanapun Juang berkelana.

Saat saya membaca buku ini, saya membayangkan menjadi seorang Ana Tidae, yang dicintai oleh Juang Astarajingga sepenuhnya. Membayangkan petualangan – petualangan Juang yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya dalam meliput berita. Juga membayangkan sakitnya dan rindunya hati Ana ketika di tinggalkan oleh Juang dalam mengejar mimpinya.

Buku ini tidak hanya menceritakan tentang kehidupan dua orang kekasih, buku ini juga menceritakan tentang perjuangan hidup, mimpi, kasih sayang keluarga, dan juga persahabatan.

Fiersa Besari mampu membuat perasaan saya teraduk-aduk perih dan mata saya berkaca-kaca ketika semakin dalam saya membacanya. Adalah bab Nadir yang mampu membuat perasaan saya bergejolak hebat. Membayangkan seseorang yang selalu ada dikala susah maupun senang. Seseorang yang tidak pernah pergi ketika nyawa kehidupan benar-benat harus diperjuangkan. Saya tahu, mungkin banyak drama kehidupan di luar sana yang memang ada seperti ini, entah mengapa Fiersa Besari mampu menyihir saya jatuh cinta terlalu dalam pada bagian ini.

“Untuk urusan tidak mau melepaskanmu, hatiku memang keras kepala. Jadi, kabari saja kalau amarahmu mereda. Sudah kusiapkan setangkai rindu untukmu.” – Ana Tidae 

Gaya bahasa yang disajikan mudah dipahami namun puitis. Khas Fiersa Besari. Penuh dengan sajak dan pesan dalam buku ini secara tak tersirat. Mampu membuat kita paham akan arti sebuah kehidupan.

“Namun jatuh cinta memang bukan soal tipe, dan kita bisa terjatuh kapan saja tanpa isyarat. Mencintaimu, merupakan kejutan terindah yang pernah kehidupan berikan padaku. Dicintaimu, merupakan bingkisan yang lebih indah.” -Hal 202 - 203 

Sekian review dari saya,

Salam, Pipi Bolong.

8 comments:

  1. “Untuk urusan tidak mau melepaskanmu, hatiku memang keras kepala. Jadi, kabari saja kalau amarahmu mereda. Sudah kusiapkan setangkai rindu untukmu.” – Ana Tidae. Suka banget la sama quote ini �� kurang lebih ini kisahnya ttg ldr bukan?

    kartinismayanti.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak sepenuhnya ncess. Namun adakalanya LDR. Kan Juang itu Jurnalis jadi kemana-mana.

      Delete
    2. Oh yaa i see. Btw, di novel ini dikasi tau tiap part backsoundnya apa atau gimana ya? Sehingga kita bisa makin liar berimajinasi krn sambi dengerin lagu

      Delete
    3. Iya per bab ada backsoundnya. Kan dapat CD tuh. Liriknya ditulis deh setelah babnya.

      Delete
  2. fiersa basri memang terkenal dengan gaya bahasanya yang mudah diterima dan membuat orang2 begitu penasaran dengan bukunya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali. Sepak terjangny sudah tidak diragukan lagi.

      Delete
  3. Terbayang-bayang mantan yg LDR-an ya mbak habis baca buku ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya sangat menghayati isi buku.

      Delete