Tuesday, August 8, 2017

Belajar Membatik di Museum Batik #MendadakPekalongan



Terletak persis depan simpang lima kota Pekalongan, lengkapnya di Jalan Jetayu No.1. Berdiri sebuah gedung yang tak lain dan tak bukan adalah Museum Batik Pekalongan.

Museum ini menjelaskan dan memamerkan tentang macam - macam batik, sejarah batik dari masa ke masa, ada juga batik masa lampau dan ada juga yang mereka sebut dengan batik modern. Ada juga yang memamerkan macam - macam alat yang bisa digunakan untuk membuat batik, serta penjelasan macam - macam perwarna alami yang digunakan untuk membuat batik.



Keluar dari ruang pameran, ternyata terdapat sebuah ruang hijau seperti taman ditengah - tengah museum tersebut. Setelah asyik membahas tentang batik, kita bisa bernafas segar dan melihat kehijauan di depan mata. Jadi, setelah berkeliling antar ruangan, saya baru menyadari bahwa bangunan ini berbentuk persegi dengan bolong di tengahnya yang digunakan sebagai ruang terbuka hijau.




Lanjut saya masuk ke dalam ruang workshop, yaitu ruangan yang digunakan untuk para pengunjung untuk mencoba membuat batik. Tidak mau rugi, maka saya pun mencoba untuk belajar membuat batik di sini. Dipandu dengan pak Norman, sang pembatik yang biasa mengajarkan membuat batik di museum tersebut maka saya pun dengan semangat ikut mencobanya. 

Tapi, ternyata membuat batik itu tidak semudah yang saya bayangkan. Saya membuat batik dengan sebuah alat yang dinamakan canting. Cara menggunakan canting tersebut juga sangat tidak mudah. Saya jadi pusing sendiri. Ternyata susah juga membuat batik tradisional, makanya tidak heran harga batik itu mahal.


Ada anak kecil yang ikut belajar membatik bersama saya. Dan dia sepertinya memang mahir dalam kepolesan tangan dan sudah terbiasa membuat batik. Saya malu sendiri, sudah dewasa tapi tidak bisa membatik. Padahal batik kan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia.

Setelah menggambar batik, saya kira sudah selesai tuh. Tapi ternyata prosesnya belum selesai juga. Batik harus dicelupkan lagi untuk menghasilkan warna. Dan itu, tidak hanya sekali dua kali. Tapi berkali - kali sampai warna yang di inginkan berhasil didapatkan. Sungguh saya tidak menyangka bahwa prosesnya sangat tidak mudah.

Begitulah sedikit cerita saya membatik sewaktu bermain ke kota batik, hasilnya sengaja tidak saya tunjukan karena memang gagal total. Tapi ya namanya masih pemula ya tidak apa toh? Semoga lain kali lebih baik. Dan buat kamu yang ingin mengunjungi museum batik tersebut bisa datang ke alamat Jalan Jetayu No.1 Pekalongan, Jawa Tengah. Dengan harga Rp 5000 kamu sudah bisa masuk ke dalam museum batik tersebut.

Ayo membatik!  Pertahankan warisan bangsa!


Salam, Pipi Bolong




1 comment:

  1. boleh juga nih dijadikan sebagai lokasi wisata edukasi bagi segala kalangan, apalagi bisa mencoba membatik dengan canting. dll ....

    ReplyDelete