Saturday, March 18, 2017

#TEMANTAPIMENIKAH (REVIEW)

Judul: #TEMANTAPIMENIKAH

Penulis: Ayudia Bing Slamet & Ditto Percussion
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: 2016
ISBN: 978-602-02-9050-8

Sinopsis:
Dia sahabat gue.
Selama 13 tahun, gue hanya menunggu dengan tulus tanpa pernah sekalipun menyatakan cinta.
Gue mempersiapkan diri untuk menembak wanita yang tepat di waktu yang tepat.
Dia selalu konsisten menyebutkan permainan perkusi gue keren.
Dan juga gue konsisten ingin menjadikan dia teman hidup gue, dari dulu.
Lihatlah usaha gue untuk jadiin lo milik gue selamanya.
Bosan itu posti, tapi kita jangan pernah saling pergi ya, Cha.


Review:


Buku ini menceritakan tentang kisah nyata persahabatan antara Ayu dan Ditto selama 13 tahun. Dimana salah satunya, yaitu Ditto memendam perasaan kepada Ayu selama 13 tahun pula. Dan, selama ini pula lah Ditto hanya bisa melihat Ayu sebagai sahabatnya, bukan sebagai kekasihnya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, Ditto tetap saja menjadi sahabat Ayu. Yang selalu setia dan konsisten menjaga Ayu. Ketika Ayu sedih, ketika Ayu patah hati, dan ketika Ayu bahagia sekalipun dengan pacarnya, Ditto tetap selalu setia disisi Ayu dan tidak pernah pergi.

Kisah persahabatan dimana salah satunya memendam cinta, namun yang satunya tidak mengerti bahkan membaca perasaan itu. Keren enggak sih lu bisa mendam 13 tahun dan enggak ketahuan sekalipun? Kalo saya sih udah kesiksa banget sama perasaan itu. Boro-boro 13 tahun, 2 minggu aja saya stres sendiri.

Lika-liku perjalanan Ayu dan Ditto tercipta dengan menarik dibuku ini. Dimulai dari kisah pertemuan mereka, perjalanan mereka selama di SMP-SMA-kuliah, sampai akhirnya menjadi pasangan.

Ayu dan Ditto berhasil menarik para pembaca kedalam hubungan persahabatan mereka, seolah-olah merasakan yang sama dengan apa yang mereka rasakan. Inspiratif dan sangat menarik. Sebuah hubungan yang dilandasi dengan persahabatan.

Sudut pandang yang diceritakan disini adalah dari sudut Ditto, bagaimana sabar dan kasihannya Ditto dalam memendam rasa cintanya ke Ayu. Tapi Ayunya tidak sadar-sadar. Puk puk puk!

Alur dalam cerita ini adalah alur maju, dimulai dari kisah semasa SMP hingga akhirnya bersanding dipelaminan. Sweet!

Ceritanya juga sangat menarik, saya sukses ngakak haha hihi ketika baca ini. Gimana mirisnya Ditto, ceplas-ceplosnya Ayu, sukses buat saya ngakak ketika baca #TEMANTAPIMENIKAH.

Buat saya sih untuk jadi Ditto butuh keberanian super extra ketika ungkapin ini semua. Dan Ditto termasuk yang beruntung karena pada akhirnya mereka bersatu dalam pelaminan. Karena, tidak semua merasakan yang sama. Ada juga yang jatuh cinta pada sahabatnya, ujungnya malah jadi enggak sahabatan lagi karena salah satunya bertepuk sebelah tangan.

Meskipun enggak semua sih.

Saya jamin, habis baca buku ini, kalian yang memendam perasaan ke semua sahabat kalian bakal baper habis. Tapi, kalian enggak akan main ucapan bilang perasaan kalian, kalian hanya menunggu seperti Ditto, hingga saatnya untuk bicara pun tiba.

Saya kasih rating 5 buat buku ini, Ditto sukses buat saya ngakak walaupun dalam hatinya sebenarnya ini adalah kisah miris pada awalnya. Miris dan galaunya dia entah kenapa buat saya tertawa-tawa seakan menikmati menjadi dia.

Jadi, bagaimana dengan kalian? Siapa tahu jodoh kalian adalah sahabat sendiri seperti Ayu dan Ditto?

Ditto percaya, ketika kita mencintai seseorang, mengejar hingga mendapatkannya terkadang tidak selalu jadi hal yang baik. Ada kalanya kita hanya perlu tetap menjalani hidup dan biarkan Tuhan yang ambil alih. Karena belum tentu seseorang yang kita inginkan juga menginginkan kita.
---hal 168---

Salam, Pipi Bolong.

Imaji Terindah, Edisi Baru (REVIEW)

Judul: Imaji Terindah

sumber gambar: www.google.co.id

Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Literati
Terbit: Desember 2016
ISBN: 978-602-8740-60-9
Jumlah Halaman: 290 hlm

Sinopsis

"Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati."

Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan itu untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.

Dan Kianti Srihadi --Aki-- adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.

Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai recana, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaaannya sendiri.

Review

Imaji terindah merupakan seri ke dua dari serial keluarga Hanafiah. Setelah sebelumnya saya review buku pertamanya yakni, Lukisan Hujan

Buku ini menceritakan tentang kehidupan Chris Hanafiah, sepupu dari Diaz Hanafiah yang ceritanya sudah melegenda di Lukisan Hujan


Dikisahkan Chris Hanafiah jatuh cinta pada seorang teman sekolahnya yang merupakan pindahan dari negeri sakura, Jepang. Kianti Srihadi atau biasa dipanggil dengan Aki, berhasil memukau Chris pada pertemuan pertama mereka. Yakni, ketika Chris yang notabene playboy belum jadi, menonton Aki yang sedang latihan cheers dilapangan sekolah mereka.

Tidak tanggung-tanggung, Chris langsung menyatakan cinta dan meminta Aki menjadi pacarnya pada saat pertemuan mereka. Aki hanya tertawa dan menolak Chris secara halus dengan meminta Chris menjadi sahabatnya. 

Konflik demi konflik mengalir, hingga Chris menghetahui bahwa Aki memiliki penyakit yang sulit disembuhkan. Hancur lebur perasaan Chris. Dia merasa harus selalu menjadi guardian angel untuk Aki. Meski Aki sendiri tak ingin merasa dikasihani oleh Chris karena penyakitnya. Namun, Chris melakukan itu semua semata-mata karena dia tulus mencintai Aki, bukan karena kasihan.

Awal saya baca novel ini, saya biasa aja belum terbawa perasaan. Namun, makin lama ini air mata menetes. Apalagi pas baca tentang penyakitnya Aki. 

Alur yang dibawakan membuat cerita semakin menarik. Ketika harus masuk kedalam alur mundur untuk menceritakan tentang penyakit Aki, maupun menjelaskan tentang Kei. Kei adalah senior Aki ketika di Jepang dulu. Beliau juga mencintai Aki, sama seperti Chris. Namun, harus bertepuk sebelah tangan.

Karakter yang diciptakan oleh Sitta Karina sukses buat saya berkhayal tentang Chris. Bukan sebagai cowok yang romantis atau apalah itu. Tapi, sebagai cowok yang bisa dibayangkan kutu buku, mau playboy tapi tidak bisa, sekaligus cowok yang selalu sedia 24 jam untuk ceweknya. Pria idaman setiap perempuan ini sih.

Chris dengan protektifnya, sementara Aki dengan segala kelincahannya, mampu membuat pembaca terpukau dan menikmati setiap interaksi antara mereka. Mulai dari penasaran, bahagia, tertawa, hingga kesedihan yang menerpa.

Meskipun pada akhirnya Aki harus meninggalkan Chris untuk selama-lamanya. Dan sumpah, adegan ini buat saya terdiam sejenak lalu membayangkan, dan pada akhirnya nangis deres!

Imaji Terindah berhak mendapatkan rating 5 dari saya, karena lagi-lagi Sitta Karina mampu membuat setiap pembaca untuk merasakan setiap adegan yang terjadi didalam buku ini dengan menggunakan hati.




"Cinta, juga rasa kehilangan."
---hal 259---