Saturday, November 19, 2016

Ereveld Menteng Pulo, Pemakaman Belanda di Tengah Kota Jakarta #EREVELDSERIES

Ereveld Menteng Pulo. Ada 7 Ereveld di Indonesia, Menteng Pulo, Ancol, Leuwi Gajah, Pandu, Kalibanteng, Candi, dan Kembang Kuning. 3 di antaranya sudah saya kunjungi dan akan saya ceritakan, dimulai dari sini, Ereveld Menteng Pulo.

Ereveld Menteng Pulo merupakan pemakaman Belanda, lebih tepatnya pemakaman korban perang jaman dahulu, jaman sebelum saya lahir pastinya. Ereveld ini berlokasi di Jl Casablanka no 1.

Nah kebetulan pas trip ini saya adalah PIC trip tersebut, seperti biasa bawa anak-anak backpacker Jakarta juga. Ereveld Menteng Pulo ini enggak bisa sembarangan masuk, harus ada perizinan dulu, apalagi kan ini punya Belanda. Perizinannya lumayan buat saya pusing karena harus menggunakan bahas Inggris, apalagi saya bukan orang yang mahir berbahasa Inggris tapi mahirnya berbahasa perasaan. Yasudah, untungnya saya enggak sendiri mengurusnya, ada teman saya yang jadi PIC trip tersebut dan ujung-ujungnya dia juga yang ngurus perizinan ke Ereveld Menteng Pulo tersebut secara total, hahahaha.

Perizinannya langsung ke yayasan yang mengurus pemakaman tersebut, yaitu OGS atau Oorloch Gravenstichting (Yayasan Makam Kehormatan Belanda). OGS terletak di Panglima Polim, tapi kami tidak usah kesana, cukup dengan mengirimkan perizinan via email, dan dengan bahasa Inggris tentunya.

Setelah perizinan dan hari eksekusi tiba, yasudah kami capcus saja kesana. 40 orang pas kesana. Tidak boleh lebih dan kurang, sesuai dengan isi email kita. Bahkan ya, sebelum berangkat kesana, kami diwanti-wanti kalo telat harus mengabari dari 1-2 jam sebelumnya. Sumpah disiplin abis!

Sesampainya disana kami disambut dengan guide yang asli Belanda, namanya adalah Evelyn. Kami memanggilnya dengan Ms Evelyn. Disinilah saya mulai merasa bodoh banget dengan Bahasa Inggris saya yang pas - pasan karena Ms Evelyn ini menjelaskan dengan bahasa Inggris. Pasrah sudah dengan nasib.


Bagian depan Ereveld Menteng Pulo

Ereveld Menteng Pulo. Untuk memasuki area pemakaman ini banyak sekali tata tertibnya, tapi yang paling penting adalah dengan tidak berfoto dengan nisan yang kelihatan namanya. Jadi kalo mau foto ya bagian belakang nisan aja yang polos.

Awalnya kirain pemakaman ini isinya hanya nasrani saja karena dari luar kelihatannya seperti itu. Ternyata pas masuk itu ada muslim juga, ada budha juga, bahkan yahudi juga ada. Malah juga ada tempat penyimpanan abu kremasi untuk mereka yang mempercayai kremasi sebagai jalan menuju Tuhan.

Area pemakaman muslim

Tempat penyimpanan abu kremasi

Ada gereja ditengah pemakaman ini, tapi gerejanya tidak hanya ada salib saja dipuncaknya, ada bulan dan bintang, ada simbol angin, ada juga bintang daud dan simbol yinyang.


Halaman gereja

Gereja tersebut tidak digunakan sebagai acara keagamaan, malah digunakan sebagai acara kenegaraan bagi bangsa Belanda khususnya. Didalam gereja tersebut ada sebuah salib yang didatangkan dari Burma, terbuat dari kayu bantal kereta api.


Isi dalam gereja

Pemakamannya rapi bersih, dan tertata rapi, tidak ada pesona angker disini. Boro-boro angker, malah terasa seperti di taman kalo saya bilang mah. Abis asri banget hehehe. 



Di dalam pemakaman tersebut ada lonceng, juga ada rosarium, yaitu tempat para pengunjung makam yang ingin beristirahat. Tak kalah juga ada monumen-monumen yang dibangun untuk mengenang para korban perang tersebut.


Lonceng



Rosarium untuk istirahat




Opdat Zij Met Eere Mogen Rusten
(Semoga mereka beristirahat dalam kehormatan)


Tidak banyak yang saya bisa dokumentasikan dan saya jelaskan disini, selain karena saya yang tidak begitu mengerti dengan penjelasan sang guide yang menggunakan beda bahasa, saya juga sibuk ngurusin peserta hilir mudik kesana kemari. Semoga ada kunjungan kedua kalinya ke Menteng Pulo ini supaya otak saya yang pas - pasan bisa mengerti. Tunggu edisi Ereveld selanjutnya, Ancol yang tak kalah serunya!

10 comments:

  1. Wah kapan dong laa keereveld bareng akuhnya....

    BTW w kalo ke makam paling kalo ada yang meninggal,kalo ziarah ke bokap w. boleh juga nih makam buat ngingetin kita kalo ada duania lain setelah di dunianyata ini.

    tks lala atas informasinya yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semu minggu ini ada kunjungan ke ereveld menteng pulo, mas Andi :)

      Delete
  2. Pengen banget ke tempat-tempat kayak gini... ajakin akuh kakkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mae, sabtu ini kesana. Keren loh!

      Delete
  3. Pemakaman ini masih dibiayai oleh pemerintah belanda. Itu sebabnya masih rapi dan terawat sampai sekarang. Klw dikerjakan oleh pemda dki, ga janji deh 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes benar sekali. Memang milik Belanda.

      Delete
  4. Hi Lala!
    Btw kalo boleh tau untuk rules disana apa aja ya? Selain gaboleh berfoto dengan nisan yang keliatan namanya.

    Thank you..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi! Sepanjang saya kesana tidak boleh berfoto dengan nisan, tidak boleh photoshoot, dan tidak boleh berisik. :)

      Delete